Pengaspalan Jalan Setapak Bolmut Asal Jadi, Polda Sulut Diminta Usut

Pengaspalan Jalan Setapak Bolmut Asal Jadi, Polda Sulut Diminta Usut

 3 total views,  2 views today

“Pekerjaan asal jadi, penggunaan material diduga tidak sesuai spesifikasi teknis molor dari waktu pelaksanaan, mubazir dan tidak mendatangkan azas manfaat bukanlah fenomena baru dinegeri ini ” tandas Bertje Rotikan, Dirwaster Lembaga KPK Sulut.

Menurutnya, Tak mengherankan kalau di sana-sini ditemukan kegiatan pembangunan fisik di sejumlah daerah tidak benar, dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk keuntungan pribadi baik oleh pemilik kegiatan maupun pelaksana.

Seperti yang terpantau Lembaga Komunitas Pengawasan Korupsi (LKPK) dan LSM Kibar dalam pekerjaan jalan setapak hotmix di sejumlah desa, Kabupaten Bolaang Mongondouw Utara yang diduga kualitas pekerjaannya tidak sesuai bestek.

“Hal tersebut lebih didasari pada hasil pantauan kedua lembaga yang menemukan adanya pekerjaan pembuatan dan pengaspalan jalan hotmix diduga tak memenuhi standar pemanasan, mentah dan ketebalan aspal diduga tidak sesuai kontrak,” tandas Frangky Bee Ketua Tim Investigasi LSM Kibar.

Ironisnya lagi pihak pelaksana dalam pelaksanaan kegiatan tak memasang papan informasi seputar pekerjaan pembuatan dan pengaspalan jalan sebagaimana kesaksian warga setempat.

Pengakuan warga setempat yakni datangnya dari mantan Sangadi Desa Tomuagu, Abdulatif M Pohontu membeber seputar pengaspalan jalan Tomuagu dikerjakan pada saat cuaca tidak bersahabat alias hujan dan pengerjaannya dilakukan awal Desember 2019

Sementara itu, baik LKPK maupun LSM Kibar menemukan adanya penggunaan material yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis seperti pengunaan batu dasar yang mudah lapuk, penggunaan pasir pantai dan campuran spesi diduga tidak sesuai kontrak

Hal yang sama juga terjadi di Desa Mokoditek I, Kecamatan Bolangitan timur dan tidak berbeda jauh dengan pengaspalan jalan setapak Tomuagu kualitasnya sama sama buruk, juga dilakukan pada saat cuaca buruk (hujan) dan dikerjakan pada malam hari termasuk tidak memasang papan informasi. Hal ini dituturkan warga Mokoditek, Nestor Kaunang.

Baca Juga:  Status Balai Pertemuan Umum di Kelurahan Kamasi Dipertanyakan

Namun hal tersebut dibantah Kabid Bina Marga, Suhartini Talibo yang mengatakan bahwa pembuatan dan pengaspalan jalan Tomuagu dilakukan pada tahun 2016 bukan tahun 2019, kontradiktif dengan kesaksian mantan Sangadi Pohuto.

Lebih lanjut ketika ditanya seputar penggunaan material yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis, Talibo berujar, material yang digunakan sudah sesuai spesifikasi teknis.

Tapi ketika ditanya apakah penggunaan material batu gunung yang mudah lapuk dan pasir pantai telah melewati uji lab, Talibo yang ngaku mantan wartawan itu tak memberi tanggapan.

Yang bersangkutan malah mengarahkan awak media bhayangkaranusantara.com bertanya langsung kepada Pak Kadis, silahkan bapak bertanya kepada beliau,” ucapnya.

Terkait hal tersebut Diswaster LKPK Bertje Rimotikan dan Ketua Tim Investigasi LSM Kibar meminta Kapolda Sulut segera melakukan pengusutan terhadap pihak-pihak terkait baik pemilik kegiatan maupun pelaksana,” desak keduanya. Johny Lalonsang – Sulut

Facebook Comments
%d bloggers like this: