Pemusnahan Narkotika Komitmen Polri Berantas Penyalahgunaan Narkoba

Pemusnahan Narkotika Komitmen Polri Berantas Penyalahgunaan Narkoba

 4 total views,  1 views today

MABES Polri melalui Bareskrim Polri Direktorat Tindak Pidana Narkoba menggelar giat pemusnahan barang bukti narkoba hasil pengungkapan sindikat jaringan internasional, Rabu (26/2/20) di Halaman Bareskrim Polri, Jakarta.

Dalam giat pemusnahan tersebut, Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo, M.Si memimpin langsung pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 341,6 Kg dan ganja sebanyak 51 Kg.

Hadir pada giat pemusnahan, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Mochammad Iqbal, Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol. Arman Depari, Dir Tipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar, Karo Provos Divpropam Polri, sejumlah anggota DPR RI, perwakilan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu, para pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat Anti-Narkoba di antaranya Ketua Umum Presnas FOKAN Jefri Tambayong, Plh. Ketua Granat, kalangan ulama, dan media massa.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar mengungkapkan, barang bukti sitaan yang dimusnahkan kali ini antara lain 341,6 kg sabu dan 51 kg ganja dengan jumlah tersangka mencapai 29 orang. “Tersangka 28 warga negara Indonesia, satu warga Nigeria,” ungkap Brigjen Krisno.

Sementara dalam sambutannya Kabareskrim Polri mengatakan, pemusnahan barang bukti narkotika ini merupakan wujud nyata bela negara dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sebagai bentuk transparansi pelaksanaan tugas penyidikan Polri sehingga masyarakat mengetahui barang bukti narkotika yang disita benar-benar dimusnahkan.

Lebih dari itu, Kabareskrim Polri meminta kepada seluruh anggota jajaran Bareskrim dan Polda untuk meningkatkan sinergitas dengan BNN dan Bea Cukai guna memberantas jalur narkoba masuk ke Indonesia.

Kabareskrim juga menegaskan komitmen jajaran Polri untuk memberantas penyalahgunaan narkoba. “Sebagaimana telah dikemukakan Bapak Presiden, Indonesia sudah darurat narkoba, sehingga upaya pemberantasan dan pecegahan harus extra ordinary (lebih luar biasa lagi),” ujarnya.

Baca Juga:  Melalui Vicon, Kabaharkam Polri Wakili Kapolri Ikut Rakor Pimpinan Menko PMK

Listyo menambahkan, Presiden juga telah mengeluarkan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2018-2019. Inpres ini mencakup pencegahan dan pemberantasan narkoba.

“Terkait pencegahan dan pemberantasan narkoba kita tidak bisa bekerja sendiri. Bagaimana membuat daya cegah-tangkal masyarakat kemudian menolong korban narkoba harus dilakukan secara bersama, membuat benteng untuk keluarga harus bersama-sama agar tidak akan mudah tergoda narkoba,” tambah Listyo. BN01 – JAKARTA

Facebook Comments
%d bloggers like this: