Pembangunan RSUD Bolmut Molor

Pembangunan RSUD Bolmut Molor

 3 total views,  2 views today

Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bolaang Mongondouw Utara akhirnya molor dari waktu yang ditentukan.

Penyebabnya antara lain yakni menyangkut lahan yang berawa-rawa, perubahan design dan minimnya jumlah pekerja mengakibatkan proses pekerjaan tak selesai tepat waktu.

Terpantau di lokasi jumlah pekerja sangat minim sementara lahan diseputaran kawasan pembangunan rumah sakit digenangi air dan lumpur tebal hingga menghambat ruang gerak para pekerja.

Menurut pelaksana, Hardin Hidayat mewakili management perusahaan ketika diwawancarai bhayangkaranusantara.com, Kamis (23/01/2020) mengatakan, molornya pekerjaan pembangunan RSUD Kabupaten Bolaang Mongondouw Utara lebih pada faktor cuaca dan lahan yang berawa-rawa.

“Awal pekerjaan kami harus mengeluarkan biaya ekstra yang diperutukan bagi pematangan lahan melalui penimbunan lahan dan pembuatan jalan setapak, dikeluarkan dari kantong perusahaan,” ujar Hidayat

Sementara ketika ditanya seputar progress report dari perkembangan pekerjaan, Hidayat mengatakan capaiannya hingga sampai dengan saat ini berada pada kisaran angka 87 %.

“Sisanya saya yakin dapat diselesaikan sesuai perpanjangan waktu yang diberikan pihak pemilik kegiatan, saya yakin bakal selesai tepat waktu,” ujarnya

Sementara itu Direktur RSUD Kabupaten Bolaang Mongondouw Utara dr. Wini Suwikromo ketika disambangi di kantornya tidak berada di tempat demikian halnya dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) Sutri Buhang alias Nen, juga tidak berada ditempat, menurut sumber kedua pejabat tersebut sulit ditemui dan sering menghindar dari uberan wartawan.

Secara terpisah Direktur Pengawasan Teritorial Lembaga Komunitas Pengawasan Korupsi (LKPK) Provinsi Sulut Bertje Rotikan mengatakan, menengerai molornya pekerjaan pembangunan rumah sakit lebih pada faktor lemahnya aspek perencanaan yang diduga dilakukan di atas kertas semata.

“Perencanaan mestinya didahului study kelayakan (feasibillity study) secara konprehensif, baik menyangkut lahan, faktor risiko termasuk kajian amdal dan IMB apakah sudah terpenuhi atau tidak, akan menjadi persoalan tersendiri,” ujarnya

Baca Juga:  Rayakan Tahun Baru, Ini Imbauan Kapolres Lampung Tengah

Namun demikian jika ditemukan adanya ketidak-beresan pada aspek perencanaan dan seluruh proses pembangunan RSUD Bolmong Utara, LKPK Sulut tak segan-segan membawa persoalan tersebut ke Institusi penegak hukum,” tandasnya.

Johny lalonsang – Sulut

Facebook Comments
%d bloggers like this: