Pembangunan Rabat Beton di Hula Timbaan, Kabupaten Simalungun Bermasalah?

Pembangunan Rabat Beton di Hula Timbaan, Kabupaten Simalungun Bermasalah?

Kegiatan pembangunan rabat beton + I unit plat duiker dengan volume 208 x 2m x 0.15 m di Hula Timbaan, Kecamatan Tanah Jawa Nagori Maligas Tongah, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara yang dengan pelaksana Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Maligas Tongah terindikasi masalah.

Proyek senilai Rp. 125.999.412 yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2019 ini diduga banyak terjadi kecurangan. Contoh pada titik 0 bangunan seberang parit, dalam plang bangunan tertulis 1 unit plat dueker, namun pengakuan kepala desa (kades) setempat plat dueker tersebut ternyata tidak ada dalam RAB (Rancangan Anggaran Biaya).

Terlebih saat diminta diperlihatkan RAB, sang kades menjawab tidak bisa. Alasannya, untuk hal itu harus seizin Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan NagoriĀ (DPMPN) Pemkab Simalungun. Padahal proyek bangunan tersebut ditangani langsung kades, yang pekerjaannya didampingi dan dikawal oleh TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah) Kejaksaan Negeri Simalungun.

Kejanggalan lain terdapat pada masalah campuran batu kerikil. Kepala tukang mengatakan dalam penggunaan batu 10 ember, pasir 14 ember dan semen 1/2 sak. Padahal yang terlihat langsung dalam pemakaian batu hanya 7 ember.

Belum lagi dalam upah pekerja yang dibayar hanya 90 ribu. Untuk makan menurutnya harus biaya sendiri. Hari pertama harus gotroy (gotong royong) untuk membuka jalan, dengan alasan tidak adanya anggaran dan hari terakhir dalam pembuatan plat dueker juga dilakukan gotroy dengan alasan plat dueker ini hasil swadaya. Nelson – Simalungun

Facebook Comments
Baca Juga:  Kapolda Sulut yang Baru Diminta Lanjutkan Laporan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Anugerah Tomohon