Pemasangan Atap Rangka Baja SDN 77 Tanjung Lengkayap Dihadiri Kejari dan Disdik OKU

Pemasangan Atap Rangka Baja SDN 77 Tanjung Lengkayap Dihadiri Kejari dan Disdik OKU

Pemasangan rangka baja ringan pada bagian atap pembangunan jamban/toilet 2 pintu satu atap beserta sanitasinya di Sekolah Dasar (SD) Negeri 77 Desa Tanjung Lengkayap, yang menggunakan dana Alokasi Khusus (DAK), sebesar kurang lebih Rp.95 juta tahun anggaran 2019 disaksikan langsung oleh pihak Kejaksaan Negeri dan Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, Rabu (23/10/19).

Disaksikannya pemasangan atap rangka baja ringan di Sekolah ini, dihadiri langsung oleh Abu Nawas, SH Ketua TP4D yang menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri OKU didampingi Wakil Ketua TP4D Ade Candra SH Kasi Datun dan Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan OKU Sobri Spd,M.Si didampingi Inskandar Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD beserta staf, juga Kepala Sekolah SD Negeri 77 Tanjung Lengkayap Warta Yuneli.

“Kami ingin di tahun 2019 ini setiap pembangunan yang ada, khususnya di Kabupaten OKU, semuanya harus memiliki kualitas, bukan cuma sekedar kuantitas saja. Ini sebagai salah satu bentuk pengawasan dan pendampingan dari fungsi kami dalam setiap pembangunan yang menggunakan anggaran uang negara,” kata Ketua TP4D, Abu Nawas Kasi Intelijen Kejari OKU.

Dijelaskan Abu Nawas, sebagaimana pungsi dari TP4D diantaranya mengawal, mengamankan, mendukung keberhasilan jalannya pemerintahan dan pembangunan melalui upaya-upaya pencegahan/preventif dan persuasif. Abu Nawas berharap setiap pembangunan yang dalam pendampingan TP4D berjalan lancar tanpa ditemukannya kendala atau kesalahan dalam penggunaan anggaran.

“Tujuan dari kedatangan kami hari ini ke sekolah ini, juga untuk meluruskan tentang ketidak tahuan pihak Sekolah dalam pembelian bahan material, seperti besi rangka baja ringan. Yang mana pihak sekolah ini sebelumnya mengaku pernah salah dalam memilih kualitas besi baja ringan. Tapi untunglah pihak sekolah ini cepat tanggap dan langsung mengganti dengan barang yang berkualitas mutu tinggi. Seperti yang kita lihat sekarang, semua besi rangka baja yang bakal dipasang sudah berlogo SNI semua ,” papar Abu Nawas.

Meski demikian, Abu Nawas mengaku prihatin atas apa telah terjadi. Mengingat pihaknya sebelumnya sudah jauh-jauh hari mengimbau pihak Sekolah, khususnya bagi Sekolah yang mendapatkan bantuan dana DAK untuk pembangunan sebagai penunjang memenuhi fasilitas sarana dan prasarana Sekolah. Agar lebih berhati-hati dalam mengelola setiap anggaran yang ada.

“Hal ini sangat kami sayangkan, padahal Kejaksaan sudah pernah menghimbau pihak sekolah melalui sosialisasi yang kami sampaikan pada saat kegiatan berlangsung di Dinas Pendidikan. Bahkan tahun ini sudah 2 kali himbauan itu kami sampaikan. Semoga melalui kesalahan tersebut bisa menjadi pedoman bagi pihak Sekolah-sekolah lain untuk lebih teliti dalam pembelian bahan bangunan. Saya tidak mau hal ini terjadi lagi pada sekolah yang lain,” tegas Abu Nawas.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan OKU, menghimbau agar kiranya pihak Sekolah yang dipercaya mengelola anggaran APBN melalui dana DAK fisik untuk lebih teliti pada saat pemesanan bahan material. Sebab setiap bahan material yang digunakan untuk bangunan milik negara, seperti diantaranya besi beton dan besi rangka baja ringan tentunya harus sesuai Standar Nasional Indonesia.

“Kalau tidak ingin salah, perhatikan petunjuk yang ada didalam RAB. Jika ragu silahkan berkoordinasi dengan kami atau pihak terkait lainnya. Tujuan kedatangan kami hari terkait karena adanya kendala di SDN 77 ini, untuk kualitas besi rangka bajanya. Yang mana sudah kami ketahui penyebab bukan karena faktor kesengajaan, tetapi akibat ketidak fahaman pihak sekolah tentang jenis kualitas barang yang dibeli. Namun Alhamdulillah sekarang masalah itu kini sudah terasi, semua rangka baja yang katanya salah beli tadi sudah digenti dengan yang berkualitas,” terang Sobri.

Sementara Warta Yuneli selaku Kepsek SD Negeri 77 di Desa Tanjung Lengkayap, mengaku menyesali atas apa yang telah terjadi akibat kelalaian dari pihaknya. “Kami selaku pihak sekolah setelah diberi tahu bahwa kualitas barang yang kami beli itu salah, langsung kami ganti dengan barang baru yang berkualitas SNI. Ini menjadi pelajaran bagi kami kedepannya yang kurang mengerti dan memahai jenis material bangunan seperti rangka baja ini ,” ungkap Warta Yuneli. Sumarni-OKU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *