Pekerjaan Proyek Pembangunan di Desa Sakambang, Purwakarta “Kangkangi” Dua Perpres Ini…

Pekerjaan Proyek Pembangunan di Desa Sakambang, Purwakarta “Kangkangi” Dua Perpres Ini…

PEKERJAAN proyek pembangunan dari dana Banprov (Bantuan Provinsi-red) di Desa Sakambang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat terindikasi masalah.

Pasalnya dalam proyek tersebut tidak dilengkapi dengan papan nama proyek dan “mengangkangi” peraturan yang ada, dimana kewajiban untuk memasang plang atau papan nama tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012.

Terlebih beberapa warga setempat yang dikonfirmasi tentang hal tersebut mempertanyakan dan pada prinsipnya masyarakat bingung apa yang dikerjakan dari proyek tersebut.

Sementara Bendahara Desa Sakambang, Yana yang dikonfirmasi mengaku, papan kegiatan tersebut lupa dipasang dan lupa dibuka kembali. Yang jadi pertanyaan lagi, proyek tersebut akan dibangun, namun siapa yang membangun dan berapa anggarannya hingga saat ini warga tidak mengetahui.

“Biasanya ada papan proyeknya, tapi yang ini tidak terlihat,” ungkap salah seorang warga yang protes akan pengerjaan tersebut, Selasa (28/7/20).

Hal ini tentu saja menuai kecurigaan masyarakat, karena dengan adanya papan proyek tersebut setidaknya masyarakat bisa ikut memantau dan mengontrol pengerjaannya.

Masyarakat berharap kepada Pemkab Purwakarta melalui instansi terkait untuk segera menindak modus-modus serupa yang terjadi di desa-desa dalam setiap proyek pembangunan, baik yang dianggarkan dari pusat, provinsi dan kota/kabupaten.

“Kalau perlu ke depannya, Pemkab Purwakarta memberikan tindakan atau sanksi kepada desa yang tidak memasang papan nama proyek tersebut, sehingga menjadikan pelajaran bagi mereka,” kata warga.

Sedianya, setiap kegiatan proyek dibarengi dengan pemasangan papan nama proyek sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan publik.

“Harus dipasang papan nama proyek itu, karena masyarakat juga berhak mengetahui berapa anggaran yang disediakan untuk pembangunan tersebut, bahkan berapa lama pengerjaannya,” ucap warga.

Baca Juga:  Tambang Pasir Ilegal Marak di Cirende, Purwakarta, Pihak Terkait Tutup Mata

Terlebih, kata warga tadi, saat ini sudah era saling terbuka dalam masalah pembangunan, sehingga tidak perlu lagi ada yang ditutupi.

Terkait hal ini, bhayangkaranusantara.com berusaha mengkonfirmasikannya langsung kepada Kepala Desa Sakambang, namun sayang yamg bersamgkutan sedang tidak berada ditempat. “Bapak gak ada  tau ke mana,” kata Istri Kades. Acep/Iip – Purwakarta

Facebook Comments