Pasca Terendus Media, Pemdes Sakambang Purwakarta “Sulap” dari yang Tidak Ada Menjadi Ada

Pasca Terendus Media, Pemdes Sakambang Purwakarta “Sulap” dari yang Tidak Ada Menjadi Ada

KETERBUKAAN Informasi Publik menjadi hal sensitif bahkan bisa mengundang masalah jika tidak dilaksanakan dengan baik oleh para penyelenggara negara.

Terlebih untuk itu telah diamanatkan dalam Undang Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang bertujuan sebagai acuan dan tuntutan transparansi dari para penyelenggara keuangan negara kepada masyarakat.

Salah satunya transparansi dalam setiap pengadaan, pengelolaan anggaran sampai papan informasi proyek pembangunan yang di dalamnya secara rinci memuat semua hal yang berhak diketahui masyarakat.

Namun hal itu tidak terjadi pada proyek pembangunan dari dana Banprov (Bantuan Provinsi-red) yang dilaksanakan di Desa Sakambang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam proyek tersebut “awalnya” tidak dilengkapi dengan papan nama proyek sehingga terindikasi “mengangkangi” peraturan yang ada, dimana kewajiban untuk memasang papan informasi tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012.

Pemerintah desa sendiri baru “kebakaran jenggot” pasca diberitakan terkait masalah itu, dan menyulap dari yang tidak ada menjadi ada saat masalah terendus media. Papan informasi itu, kini terpampang di kantor desa dan bisa diketahui masyarakat.

Namun tetap saja, hal itu belum cukup bisa disebut keterbukaan. Pasalnya papan informasi berbentuk banner itu terpasang di tempat yang bukan pada tempatnya, yang biasa dilalui masyarakat.

Ditanya terkait dipajangnya banner itu di balai desa, Kepala Desa Sakambang, Ucup beralasan, banner itu awalnya sudah dipajang (di papan-red), tapi berhubung mau dicat dipasangnya di tembok balai desa. “Masa harus dicat dengan papan kegiatannya,” ujar Ucup saat dikonfirmasi, Rabu (29/7/20).

Padahal sebelumnya, bendahara Yana selaku pengawas bangunan balai desa itu mengaku pembangunan sudah berjalan namun papan proyek belum dipasang.

Baca Juga:  Pekerjaan Rehab Total SDN 15 dan 13 Kincir Rawa Badak, Jakarta Utara Tak Sesuai Spesifikasi

Hal ini pun memunculkan berbagai asumsi di masyarakat. Namun yang jelas  sesuai fakta yang ada di lapangan, papan proyek tersebut baru terpasang setelah mencuatnya berita di berbagai media. Acep/Iip/BN01 – PURWAKARTA

Facebook Comments