Pantau Ketersediaan Pangan, Walikota Manado Sidak Sejumlah Swalayan dan Pasar Tradisional

Pantau Ketersediaan Pangan, Walikota Manado Sidak Sejumlah Swalayan dan Pasar Tradisional

 3 total views,  2 views today

WABAH Virus Corona Disease (Covid-19) yang kian menyebar luas di seantero planet bumi menjadi isu hangat di jejaring sosial sejak pemerintah mengumumkan ditemukannya satu pasien positif terinfeksi Virus Corona di RSUP Kandouw, Sabtu (14/03/2020)

Imbas dari ditemukannya satu pasien positif terpapar Virus Corona membuat aktivitas masyarakat di luar rumah menurun drastis. Jalanan di pusat Kota Manado dan jalan-jalan protokol terpantau Minggu (15/3/2020) pagi, menjadi sedikit lengang.

Mencermati hal tersebut, Walikota Manado tak ingin warganya dibuat panik oleh isu-isu yang berseliweran di dunia maya dan yang berkembang di ranah publik, langkah cepat pun ditempuh GSVL dengan terus memantau perkembangan warganya.

Seiring imbauan pemerintah agar masyarakat sebaiknya menjauhkan diri atau tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian semisal, pusat perbelanjaan, swalayan, pasar tradisional dan atau kerumunan masa lebih bermaksud mencegah masyarakat agar terhindar dari serangan virus yang mematikan itu.

Selain itu Walikota Vicky Lumentut melakukan pemantauan langsung di sejumlah pasar swalayan dan tradisional yang tersebar di sejumlah kawasan yang ada di Kota Manado, Minggu (15/03/2020)

Pantauan Walikota di sejumlah swalayan dan pasar tradisional yakni, ingin mengecek dan mengetahui secara langsung ketersediaan pangan/sembilan bahan pokok seiring merebaknya isu Virus Corona diberbagai pemberitan baik, cetak, elektronik maupun media sosial.

“Sore hingga malam ini saya mau cek ke swalayan. Mau lihat apakah bahan pokok masih tersedia atau sudah mulai kosong,” kata walikota.

GSVL menyasar salah-satu swalayan yang terletak di bilangan Kecamatan Mapanget, Pusat perbelanjaan Indogrosir. Ia melihat langsung ketersediaan bahan pangan seperti beras, gula pasir, mie instan dan makanan siap saji lainnya yang dipajang di pusat swalayan terbesar di Kota Manado.

Baca Juga:  H. M. Thoriq Husler Lepas Jenazah Istri Anggota DPRD Luwu Timur

“Sesuai hasil pengamatan saya di sini stoknya masih banyak, demikian halnya dengan swalayan lainnya bahan pokok masih ada. Masyarakat jangan khawatir,” ucap Mantan Sekda Kota Manado itu.

Walikota juga mengimbau masyarakat agar jangan panik, tapi juga harus waspada, jaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitar dan tetap berdoa.

“Ikuti petunjuk pemerintah dan jangan percaya dengan sumber berita yang tidak dapat dipercaya kebenarannya seputar wabah Virus Corona,” tandas Lumentut.

Dari pantauan bhayangkaranusantara.com pada  Minggu sore, beberapa pusat swalayan di Manado terpantau agak sepi pengunjung. “Tidak seperti sebelum-sebelumnya banyak pengunjung. ucap salah-satu pemilik Swalayan ketika ditemui awak media bhayangkaranusantara.com, Minggu, (15/03/2020)

Sebelumnya, untuk mencegah penularan Corona, Walikota Vicky Lumentut meliburkan semua Sekolah di wilayah kekuasaannya mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP dalam rentang waktu dua pekan terhitung mulai tanggal 16 Maret sampai dengan 27 Maret 2020.

Walikota berharap siswa dapat melakukan aktifitas belajar di rumah mereka masing dengan bahan belajar yang diberikan oleh guru serta meminta orang tua murid agar tidak mengunjungi tempat-tempat umum atau tempat keramaian.

“Siswa harus tetap di rumah dan belajar, membatasi kunjungan ke pusat-pusat keramaian untuk mencegah penularan Virus Corona,” pesan walikota.

Sementara itu, keputusan Pemerintah Daerah meliburkan sekolah dipahami oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, kebijakan Pemda sepenuhnya didukung dalam rangka mencegah penyebaran Virus Corona. Demikian kata Makarim di Jakarta, Minggu (15/03/2020). Jola – Manado

Facebook Comments
%d bloggers like this: