Menggapai Mimpi, Meniti Harapan Refleksi Menuju Indonesia Bebas KKN

Menggapai Mimpi, Meniti Harapan Refleksi Menuju Indonesia Bebas KKN

 3 total views,  2 views today

Kepemimpinan seorang Presiden Joko Widodo bukan cuma menginspirasi sejumlah pemimpin dunia tapi juga memberi apresiasi, sanjungan serta pujian terhadap model kepemimpinan yang dilakoni mantan Walikota Solo itu.

Indonesia sejak berada di tangan mantan Gubernur DKI Jakarata mengalami lompatan sangat luar biasa dalam torehan prestasi disaat berbicara sarana dan prasarana publik khususnya pembangunan infrastruktur jalan berlangsung masif dan berkesinambungan di seluruh pelosok negeri.

Tak ada di benak Jokowi membangun dinasti dan melanggengkan kekuasaan apalagi memperkaya diri melalui cara-cara yang kini tengah melanda sejumlah pejabat negara seperti politisi, hakim, jaksa, ASN dan kalangan pengusaha didalamnya puluhan kepala daerah terjerat persoalan korupsi.

Namun tak sedikit pula kepala daerah yang masih punya rasa malu untuk berbuat korupsi mereka lebih memilih melakukan program nyata dan dapat langsung dinikmati masyarakat sebut saja, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pemimpin daerah yang bebas dari perbuatan tercela semisal korupsi, kolusi dan nepotisme.

Padahal mereka bisa saja melakukan hal seperti yang dilakoni beberapa kepala daerah yakni gubernur, bupati/walikota yang menyuburkan praktek nepotisme dilakukan hampir diseluruh jajaran pemerintahan, politik dan keagamaan.

Praktek nepotisme di lingkungan pemerintahan tidak hanya mematikan karier ASN akan tetapi bakal melahirkan distorsi, kinerja melorot, serapan anggaran jongkok.

Akibat praktek menyuburkan KKN, ekonomi riil masyarakat stag bahkan anjlok karena kurangnya ketersediaan lapangan pekerjaan, daya beli masyarakat menurun drastis disebabkan hampir semua kegiatan pembangunan fisik telah dikuasai dinasti oknum penguasa dan akhirnya berimbas pada angka pertumbuhan secara keseluruhan baik ekonomi riil maupun micro ekonomi mengalami penurunan tajam.

Baca Juga:  Operasi Wajib Masker di Pasar Nusukan, Surakarta

Ironisnya lagi ditengah-tengah kesulitan masyarakat pemimpinnya pamer kemewahan melalui hajatan syukuran ulang tahun perkawinan di tempat super mewah sementara masyarakat biasa tidak diberi akses, melihat saja sudah nggak bisa apalagi hadir,” mimpi kali, ketus sejumlah warga mengisahkan pemimpinnya yang pamer kemewahan.

Presiden Joko Widodo, Tri Risamaharini, Bima Arya Sugiarto, Ridwan Kamil, Khofifah Indar Parawansa mencerminkan model kepemimpinan yang konsisten menyatakan keberpihakan kepada warganya, selalu hadir dan ada bersama rakyat, peduli dan melakukan sesuatu melalui program-program nyata buat kepentingan warganya dan menghindarkan diri dari perbuatan memperkaya diri, keluarga dan sanak-saudara melalui praktek KKN.

Akibat dari praktek KKN, pertumbuhan ekonomi jadi melorot dikarenakan lapangan pekerjaan kurang tersedia sehingga berdampak pada pendapatan masyarakat mengalami penurun tajam, daya beli masyarakat ikut terkoreksi pada level yang sangat rendah dan memprihatinkan.

Karena itu banyak pihak baik praktisi maupun akademisi meminta pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo untuk merevisi UU Nomor 28 tahun 1999 tentang Peneyelenggaran Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme direvisi dan dibuat semakin bertaji serta lebih bertaring sehingga institusi hukum dapat langsung bertindak, membersihkan Negara/daerah agar bebas dari praktek KKN. JL – SULUT

Facebook Comments
%d bloggers like this: