Media Group Puskominfo Indonesia Gelar Pembekalan Jurnalis di TMII

Media Group Puskominfo Indonesia Gelar Pembekalan Jurnalis di TMII

Pembekalan wartawan salah satu media group Puskominfo Indonesia, buserbhayangkaratv.com (BBTV) yang digelar di Anjungan Riau, TMII Jakarta, Sabtu (01/02/20) dibuka dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh Pemimpin Redaksi Buser Bhayangkara TV Sahri Ropi’i.

Hadir dalam kegiatan ini di antaranya, Sekretaris Umum Puskominfo Indonesia Edy Usman dan Ketua Presidium FPII Kasihhati selaku narasumber, Ketua Umum WN/Pemred Cyber 88 Edwin, Pemred cakrawalatv.net Dedi Hasan Basri selaku MC, Budayawan yang juga Pembina Media BBTV Slamet Jenggot, Seniman Reage Varid Putra Mbah Surip dan Pemred bogorexplore.com Endang Ruhiyat.

Pada kesempatan tersebut, dalam sambutannya Pemred buserbhayangkaratv.com mengatakan, acara ini terlaksana atas dorongan para wartawannya yang menginginkan adanya pembekalan pelatihan jurnalis dalam peliputan di lapangan merilis berita.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada anggota buserbhayangkaratv.com dan seluruh tamu yang hadir,” kata Pemred yang akrab disapa Qthink ini.

Sementara Ketua Presidium FPII
Kasihhati mengatakan, pelatihan jurnalistik ini sangat disarankan untuk diikuti wartawan bahkan bukan saja wartawan, tetapi para humas dan public relations, corporate communications, corporate secretary, staf redaksi/pengelola media internal instansi/perusahaan.

“Selain itu para profesional berbagai bidang yang ingin mendalami keterampilan penulisan naskah jurnalistik,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Sekum Puskominfo Indonesia Edy Usman mewakili Ketua Umum Diansyah Putra Gumay, S.Kom, MM, SE dalam paparannya menjelaskan tentang “6 Rukun Iman Berita” sebagai pedoman seorang jurnalis dalam setiap menjalankan tugas dan fungsinya.

“Rukun Iman Berita itu wajib jadi pegangan insan pers dalam setiap mencari berita di samping kode etik jurnalis. Sedangkan Undang-Undang Pers No. 40 payung hukumnya,” ujar Edy yang juga Pemred bhayangkaranusantara.com.

Rukun Iman Berita sendiri, lanjut instruktur jurnalistik di Polda Metro Jaya ini, merupakan karya besar dari jurnalis senior pendiri Jawa Pos, Dahlan Iskan.

“Jika bagi muslim Rukun Iman adalah sebuah keharusan yang tidak boleh ditinggalkan, apapun yang terjadi, harus dipegang teguh.  Demikian pula dalam menulis karya jurnalistik. Ada yang harus dipegang teguh, tidak boleh ditinggalkan,” jelas jebolan Jawa Pos Group di Harian Metropolitan ini mengutip ucapan Dahlan.

Adapun keenam rukun tersebut di antaranya, Tokoh, Besar, Dekat, Yang Pertama, Human Interest dan Bermisi. “Intinya setiap berita harus memiliki misi atau tujuan, seperti unsur edukatif, mencerdaskan, mendidik dan memotivasi masyarakat atau yang membaca tulisan kita (wartawan-red) ke arah kebaikan. Jadi keenam rukun ini harus ada dalam setiap berita,” ujarnya.

Usai sesi tanya jawab, acara ditutup dengan hiburan musik dangdut dan Reage dari seniman Varid Mbah Surip serta foto bersama para narasumber dengan seluruh hadirin. RED – JAKARTA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *