Lewati Masa Kontrak, Pelaksana Kegiatan dan Konsultan Pekerjaan Jalan Tebidah – Bunyau Kena Sanksi

Lewati Masa Kontrak, Pelaksana Kegiatan dan Konsultan Pekerjaan Jalan Tebidah – Bunyau Kena Sanksi

 7 total views,  2 views today

Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) yang memiliki tugas pokok mengawasi APBN, APBD dan kebijakan publik kembali mengkritisi pekerjaan proyek pemerintah yang ada di beberapa daerah.

Kali ini Dewan pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat menyoroti alokasi anggaran sebesar 8 miliar lebih sumber dana APBD murni yang digelontorkan Pemerintah Provinsi Kalmantan Barat pada September kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yakni Dinas PU/PR Provinsi Kalbar untuk pembiayaan jenis pekerjaan peningkatan jalan daerah Tebidah – Bunyau.

Adhar salah seorang pengurus wilayah L-KPK Sintang didampingi anggota lainnya dan beserta masyarakat, belakangan gencar menyoroti dan melakukan pengawasan jalan dimaksud, karena kegiatan pekerjaan tersebut menggunakan anggaran uang negara.

Waktu pun berganti dari 2019 ke 2020, saat pekerjaan peningkatan jalan itu melewati batas waktu yang telah ditentukan, Lembaga KPK DPC Sintang akhirnya berusaha menemui para pihak pelaksana, CV. Taufik Akbar selaku Pelaksana Kegiatan dan CV. Zentha Multi Prakarsa selaku Konsultan untuk melakukan konformasi. “Pasalnya pekerjaan sudah melewati masa kontrak,” kata Adhar kepada media bhayangkaranusantara.com baru-baru ini.

Ia mengharapkan hasil pengawasannya ini dipublikasikan agar pihak kontraktor membereskan masalahnya, dan jika masih mendapat pekerjaan tersebut bisa menepatinya sesuai kontrak, jangan melewati masa waktu yang sudah tertuang dalam kontrak.

Sementara dari L-KPK saat menghubungi Bidang Pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan terkait keterlambatan pekerjaan tersebut membenarkan adanya keterlambatan itu.

“Selesainya pekerjaan karena ada faktor cuaca sering hujan, tetapi pihak kontraktor sudah diberi sanksi administrasi berupa dikenakan denda 1000 per mil dalam setiap hari,” klarifikasi pihak PUPR Kalbar melalui telepon seluler. RED/BERT – KALBAR

Facebook Comments
Baca Juga:  Imbas Covid-19, Destinasi Wisata Sungai Cidomas di Purwakarta Ditutup Sementara
%d bloggers like this: