Kuasa Hukum Ahli Waris Almarhumah Sri Imbani Bawa Kasus Hakim PN Tamiang Layang ke KY dan BAWAS MA

Kuasa Hukum Ahli Waris Almarhumah Sri Imbani Bawa Kasus Hakim PN Tamiang Layang ke KY dan BAWAS MA

KECEWA terhadap keputusan Hakim Ketua PN Tamiang Layang Kalteng, Kuasa hukum keluarga ahli waris dari almarhumah Sri Imbani Y Mebas akan melaporkan Hakim Ketua PN Tamiang Layang Denny Indrayana ke Komisi Yudisial dan BAWAS MA RI. Hal ini disampaikan Hussain Shaz Diman, SH selaku Kuasa Hukum Tergugat dan ahli waris almarhumah Sri Imbani Y Mebas, yang semasa hidupnya merupakan Direktur dari PT SEKATA SEIA.

“Kami sedang menyiapkan laporan ke KY dan BAWAS MA, sebab laporan pertama tanggal 5 Februari 2020 terlambat memasukan bukti tambahan dan sedang fokus dengan memori Banding. Pada intinya sebagai bagian dari penegak hukum saya selaku Advokat punya kewajiban moril untuk turut serta memberikan pendidikan hukum kepada masyarakat,” kata Hussain Shaz Diman, SH kepada bhayangkaranusantara.com, Kamis (5/3/20).

Itu sebabnya mengapa pihaknya mengajukan banding. Sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi tegaknya keadilan. “Sebagai abdi hukum soal kalah dan menang itu hal biasa. Namun khusus perkara ini dirasa sangat ganjil, mencederai rasa kepatutan dan keadilan menabrak akal sehat dan semakin meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap hukum dan lembaga peradilan ketika Hakim memeriksa dan mengadili serta menjatuhkan putusan dengan penuh arogansi dan tidak mencerminkan profesionalitas juga tanggung jawab kepada fungsi Hukum, kemanfaatan Hukum dan cita-cita Hukum, yaitu mengabdi kepada Negara,” ungkapnya.

Demi keberlangsungan penegakan hukum yang bermartabat dan berkeadilan, maka segala yang diperkenankan oleh hukum akan ia tempuh sesuai semboyan, “tegakkan keadilan sekalipun langit akan runtuh”.

Dalam waktu dekat juga pihaknya akan mengajukan permohonan audensi dengan Komisi III DPR RI serta mengkaji kemungkinan untuk mengajukan lagi pengaduan atau laporan tentang kode etik dan pedoman prilaku Hakim ke KY dan BAWAS MA. Sambil memperhatikan perkembangan mengenai keseriusan dari Polres Barsel menindaklanjuti laporan dugaan pidana 263 KUHP yang sudah diajukan ke satreskrim Polres Barito Selatan beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Jumlah Kasus Corona di Seluruh Dunia Merangkak Naik

“Jika beberapa hari ke depan tidak ada tindak lanjut dari Polres Barsel, kami akan ajukan laporan ke Polda Kalteng hingga ke Mabes Polri. Kami juga akan minta audensi dengan Kompolnas agar dapat memantau perjalanan kasus perkara perdata yang diduga sangat ganjil. Karena bbarang bukti yang dibawa Penggugat berupa kwitansi yang tanda tangannya diduga palsu, tidak sama dengan tanda tangan asli almarhumah,” ungkap Hussain Shaz Diman, SH. BN01/IPUL – KALTENG8

Facebook Comments
%d bloggers like this: