Konsisten Lestarikan Budaya Nusa Utara IKISST Apresiasi GSVL

Konsisten Lestarikan Budaya Nusa Utara IKISST Apresiasi GSVL

 2 total views,  1 views today

Kepala daerah yang satu ini memang sudah tak diragukan lagi komitmennya dalam ikut melestarikan budaya Nusa Utara. Hal itu ditandai dengan masuknya acara gelaran Tulude sebagai ivent tetap kalender Pariwisata Kota Manado.

Komitmen Walikota Manado, DR. Godbless Sofcar Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA tentang pelestarian nilai-nilai budaya, adat dan istiadat Nusa Utara menurut, Prof. DR. Urbanus Naharia, M.Si di akuinya beliau merupakan satu-satunya kepala daerah yang concern dengan budaya Nusa Utara.

Dan bukan sesuatu yang mengagetkan kalau pesta Adat Tulude kegiatannya dibiayai pemerintah melalui penataan anggaran di APBD Kota Manado untuk setiap tahun anggaran menunjukan bahwa Pak Vicky Lumentut benar-benar peduli dengan budaya Nusa Utara,” tandas Naharia

Menurut peneliti senior Universitas Negeri Manado (UNIMA), Perhatian Walikota terhadap budaya didalamnya warga Manado asal Nusa Utara yang masuk dalam jajaran kabinetnya sungguh suatu hal yang sangat luar biasa termasuk, perhatian yang telah ditunjukan beliau kepada warga manado asal Nusa Utara selama ini,” kata mantan staf ahli Iven Internasional World Oceon Conference (WOC) tahun 2009

Hal lain yang juga patut di apresiasi kata Ketua Umum DPP IKISST yakni perhatian beliau terhadap divertifikasi pangan seperti yang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Sangihe dikenal dengan sebutan No Rice Day atau hari tanpa nasi,” ucap Mantan Direktur Pasca Sarjana UNIMA.

Gayung bersambut, orang nomor satu kota Manado itu berkeinginan melakukan hal yang sebagaimana dilakukan Pemkab Sangihe. Menurut lelaki blasteran Yahudi Sangihe itu, Pak Walikota bakal merumuskan hal tersebut melalui kebijakan Walikota yang nantinya mengajak warga manado pada hari-hari tertentu makan tanpa nasi,” tutur Naharia

Baca Juga:  Wakajati Sulut Buka Giat Sosialisasi Cegah dan Tanggulangi Virus Corona

Sementara itu hari tanpa nasi akan dijabarkan pada pelaksanaan pesta Adat Tulude, dimana panitia akan menyiapkan sebuah meja hidangan khusus yang terdiri dari beragam jenis makanan tanah seperti Umbi-umbian antara lain Ubi, Ubi Jalar, pisang, talas dengan pasangan makan seperti sup kue sasi, ikan bakar dan menu tradisional lainnya,” jelas Naharia

Di bagian lain staf pengajar UNIMA bidang study Matematika dan Biologi Kimia itu menyentil tentang hari dan tanggal pelaksanaan Pesta Adat Tulude penentuan waktu pelaksanaan menyesuaikan jadwal Pak Walikota dengan kata lain menunggu petunjuk beliau artinya, penentuan waktu diserahkan sepenuhnya kepada Bapak Walikota,” tandas Naharia. Bert – Sulut

Facebook Comments
%d bloggers like this: