Klarifikasi Berita Tak Benar, Ini Kata Korda BPNT Palopo Tentang E-Warung

Klarifikasi Berita Tak Benar, Ini Kata Korda BPNT Palopo Tentang E-Warung

 2 total views,  1 views today

PEMBERITAAN soal Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Palopo berjudul “BPNT di Kota Palopo E-Warung Dijadikan Tempat Penitipan Barang” mendapat respon dari Korda BPNT Kota Palopo Dewi Sartika S.AN, Sabtu (7/3/2020).

Disinyalir, ada kekeliruan dari narasumber saat memberikan keterangan kepada tiga orang awak media yang berbeda. Hasil penelusuran mendalam tim redaksi yang menemui Korda BPNT Kota Palopo, Dewi Sartika S.AN, ia mengklarifikasi bahwa narasumber yang telah diwawancarai dalam pemberitaan itu memberikan penjelasan yang tidak benar.

Sementara dalam hal ini Dewi selaku Korda BPNT Kota Palopo menjelaskan bahwa penyampaian beberapa agen e-warong yang ada di Kecamatan Bara yang mengatakan e-warung dijadikan sebagai tempat penitipan barang oleh suplier itu tidak benar.

“Karena setiap bahan pangan yang disuplay ke agen e-warung, seperti beras, telur dan daging ayam, agen e-warung mendapat keuntungan dari bahan pangan tersebut,” tandasnya.

Lanjut Dewi menjelaskan, terkait bahan pangan berupa beras yang disebut agen e-warung bukan beras kepala adalah tidak benar, karena beras tersebut adalah beras premium yang diambil dari Bulog. Dalam hal ini juga Bulog adalah Manajer Suplier BPNT di daerah.

“Jadi kalau ada beras yang rusak, agen e-warong bisa melaporkan ke Bulog agar beras yang rusak itu diganti dengan beras yang baru,” kata Dewi Sartika.

Sementara itu, pada tahun lalu Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita pernah mengatakan bahwa BPNT akan mengambil beras dari Bulog. Dalam hal ini Bulog akan menjadi koordinator di wilayah.

Ia juga menyebut, ada sedikit perbedaan untuk manajer suplier sehingga diharapkan para pengusaha lokal yang selama ini menjadi suplier e-warong tidak perlu merasa terganggu.

Baca Juga:  Cegah Serangan Siber, BSSN Bangun Pusat Koordinasi Keamanan Siber Nasional

“Mereka pada dasarnya bukan petani tetapi pedagang, sehingga mereka bisa tetap menjadi suplier di e-warong dan harus mengambil berasnya dari Bulog. Jadi pengusaha masih punya margin,” ungkapnya Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita di Solo, Jawa Tengah, Rabu (07/08/2019). Askar – Lutim

Facebook Comments
%d bloggers like this: