Keselamatan Warga Lebih Penting Ketimbang Pilkada, GSVL Fokus Covid-19

Keselamatan Warga Lebih Penting Ketimbang Pilkada, GSVL Fokus Covid-19

“PEMIMPIN bijaksana mengutamakan persoalan kemanusiaan ketimbang memikirkan sesuatu yang tidak berhubungan langsung dengan hidup dan mati warga Sulawesi Utara, khususnya masyarakat Kota Manado, terkait penanganan Covid-19,” ujar aktivis L-KPK Sulut, Alex Sinaulan.

Wabah pandemi Covid-19 juga disebut sebagai tragedi kemanusiaan yang luar-biasa dahsyatnya, mengapa? Hampir seluruh dunia diserang virus sangat mematikan itu tanpa mengenal batas, jarak dan waktu atau status sosial seseorang.

‘Covid-19 tak peduli apakah dari golongan atheis atau yang beragama sekalipun, tak memandang muka atau tebang-pilih, sekali terinfeksi, sembuh atau mati, jawabnya ada pada setiap orang yang pingin selamat dan hidupnya tetap berlanjut,” ucap Sinaulan.

Jika masih ingin selamat dan hidup tetap berlanjut, menurut Sinaulan, harus mentaati dan mematuhi anjuran pemerintah, dalam hal ini Walikota Vicky Lumentut, yang tak henti-hentinya mengedukasi warganya agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan, kunci utama memutus mata-rantai penyebaran Covid 19, tanpa kedisiplinan kita tak dapat berharap banyak virus ini akan berlalu dari daerah kita ini mungkin sebaliknya, akan semakin banyak masyarakat terinfeksi Covid-19,” katanya.

Rajin cuci tangan, jaga jarak fisik tetap menggunakan masker dan menghindari kerumunan orang, bukan hal yang sulit untuk dilakukan, semua berpulang kepada masyarakat itu sendiri, apakah masih ingin hidup atau mati, lagi-lagi berpulang kepada kesadaran masyarakat.

Tapi persoalannya tidak hanya berhenti sampai di situ, sebab jika seseorang terinfeksi maka warga sekitar bakal reaktif atau bakal orang dalam kategori, ODP, PDP dan OTG. “Nah untuk menghindarinya sebaiknya di rumah saja, keluar rumah hanya pada hal-hal mendesak dan penting lainnya,” tuturnya.

Sementara menyikapi pernyataan Walikota DR. Ir. GS. Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA dirinya tak berambisi memperebutkan tampuk kepemimpinan orang nomor satu Sulut di tengah masa pandemi Covid 19, menurut Sinaulan, merupakan ungkapan cerdas tapi juga bijak dalam mencermati suasana kebathinan masyarakat.

Baca Juga:  Kemendagri dan KPK Perkuat Kerjasama Sisir Penggunaan APBD

Lebih dari itu Lumentut, lelaki kelahiran Desa Remboken itu tak peduli dan enggan membicarakan survei atau pun elektabilitas dimasa sulit seperti ini apalagi memanfaatkan pandemi Covid-19 dan derita rakyat dalam berbagai modus bantuan pemerintah disisipi pencitraan diri dan, kampanye terselubung. “Pamali namanya,” tandas Sinaulan.

Menurut Vicky Lumentut, jika diberi pilihan, ia fokus pada penanganan Covid-19 dari pada perhelatan lima tahunan itu. Pasangan hidup wanita pemilik nama, Prof. DR. JP. Amelia Lumentut Runtuwene, MS, DEA itu berkata, ia akan tetap bersama rakyat dalam upaya menyelematkan mereka dari serangan Covid -19.

“Kalau pun belakangan saya harus tampil di arena kontestasi Pilgub 2020 itu karena Anugerah Tuhan bukan karena Vicky Lumentut orang baik, bukan dan tidak seperti itu, sejatinya saya terbatas adanya, manusia biasa, jauh dari kata sempurna dan yang tak luput dari hilaf dan salah baik lewat ucapan, perasaan, pikiran dan tindakan,” aku Vicky Lumentut. Jola – Manado

Facebook Comments