Kejari OKU Selatan Pastikan Laporan Aduan BPD Pilla Ditindaklanjuti

Kejari OKU Selatan Pastikan Laporan Aduan BPD Pilla Ditindaklanjuti

SETELAH hampir empat bulan lamanya menunggu, sejak berkas laporan pengaduan masyarakat Desa Pilla, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan diterima Kejaksaan Negeri OKU Selatan di Muaradua, akhirnya BPD Pilla mendapat jawaban.

Pihak Kejari OKU Selatan melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Marimbun Panggabean, SH saat ditemui BPD Pilla didampingi awak media ini menjelaskan, proses dalam penanganan dugaan tindak pidana korupsi akan butuh waktu yang lama. berbeda dengan penanganan laporan pengaduan pidana umum lainnya.

“Setiap berkas laporan yang masuk ke kejaksaan pasti kami tindak lanjuti. Oleh karenanya kita harap bersabar,” jelas Marimbun Panggabean, SH di ruang kerjanya baru-baru ini dengan ramah.

Seperti diberitakan beberapa media sebelumnya, masyarakat Desa Pilla melalui BP- nya beberapa bulan yang lalu telah melayangkan laporan pengaduan terkait adanya dugaan penyelewengan anggaran Dana Desa yang dikelola mantan Kades Hazrim pada periode pemerintahannya tahun 2013/2019 yang lalu.

Adapun yang dilaporkan BPD Pilla di antaranya soal dugaan penggelapan  anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dari tahun 2017 hingga 2019, sebesar 100 juta yang semestinya dialokasikan untuk 8 unit sarana fisik Mandi Cuci Kakus (MCK).

Namun fakta di lapangan, ternyata oleh oknum mantan Kades Hazrim hanya dibangunkan 1 unit MCK. “Sementara 7 unitnya yang dalam kurun waktu 3 tahun tersebut tidak jelas peruntukannya,” ungkap Ketua BPD kepada awak media.

Belum lagi soal dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sebesar 50 juta pada tahun 2017, hingga sekarang tidak tau rimbanya. Di tahun 2018, melalui Dana Desa (DD) ada pembelanjaan berupa 2 unit hand traktor (mesin pembajak sawah) senilai 52 juta yang juga dibuat fiktif. Dugaan terjadi penggelapan tongkang mesin hand traktor di 2018.

Baca Juga:  Anggaran Fantastis, Rehab Ruang Guru SDN 10 Mekakau Ilir tak Sesuai Spek, Terindikasi Mark Up?

Begitu juga pada pengelolaan Dana Desa di 2019 setahun yang lalu, kuat dugaan Hazrim tidak membelanjakan anggaran senilai 137 juta, yang semestinya dibangunkan berupa fisik jalan rabat beton di dusun 2.

Masih di tahun 2019, mantan kades yang kabarnya suka main perempuan dan foya- foya ini diduga telah menyelewengkan anggaran Dana Desa senilai 136 juta yang semestinya untuk dibangunkan jalan rabat beton di dusun 5.

Di tahun yang sama, diduga dana 6,5 juta juga raib disalahgunakan olehnya, yaitu dana untuk pengadaan mesin generator/ mesin listrik desa.

Dalam hal laporan pengaduan oleh BPD Pilla, Kasi Pidsus Marimbun Panggabean, SH juga menjelaskan, untuk dugaan adanya korupsi anggaran ini, pihaknya tidak pernah main-main.

“Kami juga bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk melengkapi data dan dokumen pendukung yang kami butuhkan. Untuk itu beri kami ruang dan waktu dalam mengungkap kasus yang dilaporkan. Karena bisa saja saat pengembangan kasusnya nanti ada temuan-temuan lain yang didapatkan,” jelas putra asli Sumatera Utara ini.

Masih di hari yang sama, M.Tali selaku Ketua BPD Pilla juga menambahkan, persoalan dugaan penyelewengan anggaran ADD dan DD ini sepenuhnya sudah dipercayakan dengan Kejaksaan OKU Selatan. kiranya dalam prosesnya institusi penegak hukum ini bisa terang benderang mengungkap kebobrokan mantan Kades Hazrim selama satu periode ia menjabat.

“Kelak akhirnya diharapkan proses hukum tetap akan berjalan sebagaimana mestinya, serta keadilan benar benar tegak dan didapat oleh masyarakat seperti kami,” pungkas M. Tali kepada awak media. Slamat BN OKUS

Facebook Comments
%d bloggers like this: