Kegiatan Alat Berat di Simpang 3 Menuju Kelurahan Rurukan tak Berizin, Pemkot Tomohon Terkesan Tutup Mata

Kegiatan Alat Berat di Simpang 3 Menuju Kelurahan Rurukan tak Berizin, Pemkot Tomohon Terkesan Tutup Mata

PEMKOT Tomohon terkesan tutup mata melihat kegiatan pekerjaan milik swasta yang diduga tak mengantongi izin dari instansi terkait.

Seperti diketahui, dua unit Eskavator saat ini terparkir di Simpang 3 sebelah kanan ruas jalan menuju Kelurahan Rurukan, Kecamatan Tomohon Timur, yang menurut informasi kedua unit alat berat tersebut tengah melakukan kegiatan yang sudah masuk waktu sekitar 3 minggu.

Hal ini mendapat sorotan dari Jack D Budiman, SH, Biro Hukum Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) yang mengawasi APBN, APBD dan Mengawasi Kebijakan Publik Dewan Teritorial Provinsi Sulawesi Utara, Senin (23/3/2020).

Ditemui awak media bhayangkaranusantara.com, Jack meminta pihak Pemkot Tomohon dalam hal ini pimpinan SKPD yang terkait secara teknis, harus berperan aktif mengambil tindakan, jika pihak pelaksana kegiatan belum mengajukan perizinan sesuai peraturan undang-undang, perda dan perwako.

Budiman juga pertanyakan izin beroperasinya kedua alat tersebut dari Dinas Pertambangan terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Jika belum mengantongi izin, Pemerintah Kota harus tegas, hentikan dulu kegiatan dan melibatkan Satpol PP selaku pengawal peraturan yang berlaku,” pintanya.

Yang sangat sangat disayangkan, kata Jack, melihat kondisi jalan depan dari kegiatan bolak-balik armada itu. Pemerintah Kota Tomohon yang sudah membuat jalan 2 jalur aspal hotmix, saat ini justru sudah mulai rusak, dipenuhi lumpur dan sebagian tanah, karena tidak dilakukan pembersihan setiap kali waktu istirahat.

Kegiatan ini juga mendapat keluhan dari salah seorang warga saat melintasi ruas jalan tersebut. Banyak warga, nyaris mengalami kecelakaan lalulintas karena pelaksana kegiatan hanya menutup dengan ujung bambu.

Ini bisa menjebak pengguna jalan, sebab tidak menggunakan tanda papan peringatan bertuliskan “hati-hati sedang ada pekerjaan”, seperti layaknya pekerjaan resmi. “Hampir jadi korban Jemmy Singal warga asal Kelurahan Kaskasen, Kecamatan Tomohon Utara. Warga sekitar juga merasa terganggu dengan debu yang berterbangan,” ujarnya kepada bhayangkaranusantara.com.

Sementara di tempat terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal PTSP Kota Tomohon Ir, Erwins Liu saat dihubungi bhayangkaranusantara.com membenarkan, sampai saat ini pihaknya belum pernah menerima permohonan pengurusan izin tersebut.

“Biasanya harus melalui Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Kota Tomohon dulu,” akunya.

Hingga berita diturunkan, sayangnya awak media ini belum berhasil mengetahui siapa pemilik sebenarnya alat-alat berat yang terparkir itu untuk dikonfirmasi. BERT – TOMOHON

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *