Kedapatan Miliki Shabu, Remaja Asal Adiluwih Ditangkap Tekab 308 Polsek Sukoharjo

Kedapatan Miliki Shabu, Remaja Asal Adiluwih Ditangkap Tekab 308 Polsek Sukoharjo

FR (17) seorang pemuda warga Kecamatan Adiluwih ditangkap Tim Tekab 308 Polsek Sukoharjo Polres Pringsewu karena kedapatan memiliki dan menguasai narkotika jenis Shabu, Sabtu 14/03/2020 .

Dari hasil penangkapan tersebut petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah plastik klip berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis Shabu. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke kantor Polsek Sukoharjo untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kapoksek Sukoharjo Iptu Musakir, SH mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, SIK mengatakan bahwa, ditangkapnya pelaku tersebut berkat adanya laporan informasi dari masyarakat yang mengatakan adanya seseorang yang diduga membawa narkotika jenis Shabu dari wilayah Kabupaten Pesawaran dan masuk kewilayah Sukoharjo.

“Berbekal informasi tersebut maka petugas berpakaian preman langsung melakukan kegiatan patroli, dan benar saat melintas di jalan umum Pekon Pandansari Kecamatan Sukoharjo petugas melihat seorang pria dengan ciri yang sama dalam informasi sedang mengendarai sepeda motor dari arah Roworejo Kecamatan Negerikaton Kabupaten Pesawaran menuju Pekon Pandansari Sukoharjo. Pada saat sepeda motor pelaku dihentikan pelaku sempat membuang bungkusan kecil dijalan, pada saat diamankan lalu dilakukan penggeledahan badan serta bungkusan plastik yang dibuang pelaku,hasilnya, dari dalam bungkusan plastik tersebut berisikan kristal putih yang diduga narkotika jenis Shabu seberat 0,25 gram,” kata Kapolsek.

Lanjutnya, pelaku mengaku bahwa barang yang dibuang tersebut memang narkotika jenis Shabu yang baru dibelinya dari seseorang yang tidak dikenalnya di wilayah Kabupaten Pesawaran dengan harga 250 ribu.

“Dari keterangan Pelaku narkotika jenis Shabu yang baru dibelinya tersebut rencananya akan dipakai sendiri, dimana pelaku mengaku sudah terbiasa mengkonsumsi barang haram tersebut sejak bulan Nopember tahun 2019,” Ucap Musakir SH.

Dikatakannya, untuk proses hukum terhadap pelaku kami jerat dengan pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara, tetapi karena pelaku masih tergolong anak dibawah maka prosesnya akan mengacu pada UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Joko – Lampung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *