Kebakaran Jenggot Diberitakan Berijazah Palsu, Kades Ini Buka Suara

Kebakaran Jenggot Diberitakan Berijazah Palsu, Kades Ini Buka Suara

 5 total views,  2 views today

SETELAH mendapat sorotan publik terkait dugaan ijazah palsu dan viral di media, Kades Mantadulu terpilih Anak Agung Made Ratmaja kebakaran jenggot. Ia pun buka suara terkait hal tersebut.

“Sebenarnya saya tidak mengetahui kalau ijazah yang saya gunakan untuk mencalonkan jadi Kades Mantadulu adalah palsu,” dalihnya Kamis (6/02/2020).

Dugaan ijazah palsu terkait Kades Mantadulu, Anak Agung Made Ratmaja yang membawa namanya terseret sebagai terlapor, membuat dirinya menyambangi bhayangkaranusantara.com untuk memberikan klarifikasi.

Ia mengaku dirinya tidak mengetahui apakah ijazah yang digunakannya saat mencalonkan Kades Mantadulu adalah ijazah palsu karena ijazah tersebut ia urus melalui orang lain.

“Yang jelas, ijazah itu saya urus di Eko Raharjo. Saya bayar sekian untuk ijazah Paket C itu, dan saya tidak tahu bahwa ijazah Paket C yang diurus Eko Raharjo adalah ijazah palsu,” kata Kades Mantadulu, Anak Agung Made Ratmaja kepada bhayangkaranusantara.com

Seperti diketahui, dalam surat edaran Mendiknas tentang Status Hukum Ijazah Paket/Kesetaraan Nomor: 107/MPN/MS/2006, ditujukan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Kepala Staf TNI AD, TNI Al, TNI AU, Kapolri, Kepala BKN dan Rektor Universitas/Direktur Politeknik/Ketua Sekolah Tinggi, isinya menegaskan tentang status hukum Ijazah Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA) yang harus diperlakukan setara secara hukum dengan ijazah sekolah.

Adapun pokok-pokok isi dalam surat edaran Mendiknas tersebut:

1. Setiap orang yang lulus ujian kesetaraan Paket A, Paket B atau Paket C masing-masing memiliki hak eligibilitas yang sama dan setara dengan berturut-turut pemegang ijazah SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK untuk dapat mendaftar pada satuan pendidikan yang lebih tinggi.

2. Status kelulusan program pendidikan kesetaraan Paket C memiliki hak eligibilitas yang setara dengan pendidikan formal dalam memasuki lapangan kerja.

Baca Juga:  Tujuh Sembuh, Dua Terkonfirmasi Positif dan Satu Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Klaten

3. Setiap lembaga diminta mematuhi ketentuan perundang-undangan tersebut di atas agar tidak diindikasikan melanggar Hak Asasi Manusia.

Jadi jelas, lanjut Anak Agung Made Ratmaja, dirinya memberanikan memakai ijazah Paket C untuk mencalonkan sebagai Kades Mantadulu, karena tahu bahwa Paket C memiliki hak eligibilitas yang setara dengan pendidikan formal dalam memasuki lapangan kerja.

Sementara terkait masalah dugaan pemalsuan ijazah, dirinya merasa tidak mau disalahkan karena tidak mengetahui bahwa ijazah Paket C yang digunakannya untuk mencalonkan menjadi Kades Mantadulu adalah ijazah palsu. Askar – Sulsel

Facebook Comments
%d bloggers like this: