Jangan Tunggu Korban Berjatuhan, OD-GSVL Diminta Segera Luncurkan Bantuan Kemanusiaan

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan, OD-GSVL Diminta Segera Luncurkan Bantuan Kemanusiaan

SEJUMLAH komponen masyarakat Sulawesi Utara angkat suara seputar lambatnya pemerintah dalam meluncurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat golongan bawah.

“Apakah harus menunggu korban berjatuhan terlebih dahulu baru ada tindakan?” tanya Alex Sinaulan, warga Kelurahan Tikala Kumaraka, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Kamis (26/03-2020)

Menurut Sinaulan, sebaiknya pemerintah jangan menunggu korban berjatuhan karena kelaparan. “Gubernur Olly Dondokambey (OD) dan Walikota Vicky Lumentut (GVSL) diminta segera melakukan langkah safety terhadap ancaman kelaparan masyarakat golongan bawah karena ketiadaan pendapatan,” tandas Sinaulan, aktifis Lembaga KPK Teritorial Sulawesi Utara

Kebijakan pemerintah terkait implementasi Protokol Kesehatan berimbas pada ketiadaan pendapatan masyarakat tidak mampu, meski diakui semua itu imbas dari penerapan social distancing seperti menjaga jarak, bekerja/beraktifitas, belajar dan beribadah di rumah dalam rangka memutus mata rantai persebaran Covid-19.

Hanya hal penting saja yang dapat dilakukan di luar rumah, semisal membeli kebutuhan hidup sehari-hari dan kebutuhan penting lainnya masyarakat diperkenankan keluar rumah.

“Kebijakan tersebut memang mutlak dilakukan pemerintah dalam melindungi dan memproteksi masyarakat dari serangan Corona Virus Disease 19 yang sangat mematikan itu,” ucap Sinaulan.

Namun persoalannya tak hanya berhenti sampai di situ, kebijakan pemerintah terkait penanganan Covid-19 memang penting dilakukan, namun seiring kebijakan tersebut dunia perekonomian Indonesia bergejolak, bukan cuma itu, mereka yang bergerak di sektor informal ikut terdampak.

Semisal, warga yang bergelut dan bekerja di sektor informal yang disebut, pekerja harian, tukang ojek online, taxi online dan konvensional, termasuk pekerja serabutan dan buruh kasar dalam klasifikasi masyarakat tidak mampu alias miskin, saat ini butuh penanganan serius dari pemerintah, jangan biarkan mereka mati kelaparan.

“Penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat golongan bawah sambil berbentuk uang untuk kebutuhan belanja, obat-obatan, gas elpiji, bayar listrik dan, bantuan berbentuk Natura seperti beras minyak goreng/tanah, telur dan makanan siap saja (supermie) secepatnya disalurkan,” desak Sinaulan

Baca Juga:  Subcon, Suplayer dan Pekerja Proyek BCK Merugi, Besok Demo Segel Proyek

Sinaulan berharap, penyaluran bantuan kemanusiaan harus dilakukan secara adil dan merata, tidak pandang buluh (diskriminatif). Pendek kata bantuan kemanusiaan harus disalurkan kepada masyarakat yang terdampak pencegahan Covid-19 juga berkaitan dengan penetapan Gubernur Olly Dondokambey, bahwa Sulawesi Utara dinyatakan darurat bencana non bencana alam.

Harapan lain yang juga dilayangkan Sinaulan, terkait penyaluran bantuan sebaiknya tidak dibalut kepentingan politik. “Ini ‘kan lebih pada persoalan tragedi kemanusiaan akibat pandemi wabah Covid-19, tanggalkan hal-hal yang berbau politik, kedepankan bahwa pemerintah adalah milik bersama dan harus berdiri di atas kepentingan masyarakat,” tandas Sinaulan. Jola – Sulut

Facebook Comments