Dua Kades Ini Terjerat Kasus Ijazah Palsu, Kepala DPMPD OKU Selatan Penuhi Panggilan Penyidik

Dua Kades Ini Terjerat Kasus Ijazah Palsu, Kepala DPMPD OKU Selatan Penuhi Panggilan Penyidik

 11 total views,  1 views today

KASUS yang menjerat dua kepala desa (kades) di OKU Selatan, Sumsel yang terindikasi menggunakan ijazah palsu hingga saat ini terus bergulir dan ditangani penyidik kepolisian.

Seperti diberitakan beberapa media sebelumnya, kedua kades tersebut saat ini sedang menjalani tahap proses pemeriksaan oleh penyidik.

Pertama Kades Sugihan, Kecamatan Muaradua Kisam yang dilantik sejak tahun 2015 lalu yakni Zulkifli Bin Matmunir. Saat ini sang kades dikabarkan sudah mengundurkan diri

Selain Kades Sugihan, ada juga Kades Sinar Napalan, Kecamatan Buay Pemaca yang saat ini menjalani kasus serupa, yakni Karzi Bin Surpawi yang diduga memakai ijazah palsu.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak Polres OKU Selatan melalui Kasatreskrim Polres OKU Selatan AKP Apromico, SH, SIK, MM di media beberapa waktu lalu, Kades Sugihan dilaporkan oleh Forum Masyarakat Desa Sugihan Bersatu Demokratis sebagai Pelapor yang diwakili Samsul Edwar Hadi (59).

Forum tersebut melaporkan Kades Sugihan Zulkifli karena pada saat mencalonkan diri sebagai Kades tidak memiliki ijazah SMP, sehingga diduga kuat menggunakan ijazah atas nama Darhim dengan sekolah yang mengeluarkan ijazah SMPN 03 Padang Cermin, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Kedua, Kades Sinar Napalan, Karzi yang dilaporkan warga bernama Yudi Hartono, salah satu perwakilan masyarakat yang didaulat sebagai Pelapor.

Rudi melaporkan kadesnya lantaran saat mencalonkan diri sebagai kades tahun 2017 lalu tidak memiliki ijazah SD, sehingga diduga Kades Sinar Napalan meminjam ijazah atas nama Karsi untuk mengikuti pencalonan dan terpilih sebagai kades setempat.

Belakangan diketahui sekolah yang mengeluarkan ijazah adalah SD Tanjung Kurung Kasui, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.

Terkait kasus dugaan dua kades yang memakai ijazah palsu dan dilaporkan masyarakatnya masing masing tersebut, Tim Penyidik Polres OKU Selatan memanggil Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa (DPMPD), Juproni, S.Pd M.Si Kabupaten OKU Selatan untuk dimintai keterangan, Rabu (5/8/20)

Baca Juga:  Buntut Penyerangan Perumahan Green Lake City Cipondoh, Markas Jhon Key Digerebek, Ini Barang Buktinya

Usai keluar dari ruangan pemeriksaan, Juproni langsung diwawancarai media ini dan memberikan keterangan terkait penyebab sampai dirinya dipanggil oleh penyidik.

“Pemanggilan hari ini terkait kasus dugaan ijazah palsu yang saat ini menjerat dua kades, yakni Kades Sugihan Zulkifli yang saat ini sudah mengundurkan diri dan Kades Aktip Desa Sinar Napalan,” kata Juproni.

Juproni mengatakan, Penyidik juga menanyakan, salah satu di antaranya, sebatas mana penerimaan berkas calon kades oleh Dinas PMPD OKU Selatan.

“Kami jawab sesuai dengan Perda No. 1 tahun 2015, semua Panitia Pemilihan Kades yang memverifikasi berkas pencalonan kades, kemudian Dinas PMPD hanya menerima hasil penetapan Calon Kepala Desa terpilih yang disampaikan Panitia dan BPD Desa kepada Bupati melalui DPMPD OKU Selatan,” ujar Juproni.

Disinggung terkait kapan dan siapa Plt Kades pengganti Desa Sugihan mendatang atas pengunduran dirinya, Juproni menegaskan, masih menunggu proses hukum yang masih berjalan dan hingga saat ini masih ditangani penyidik atau aparat Penegak Hukum. “Yang jelas kita tunggu proses yang sedang berjalan saat ini,” pungkas Juproni.

Sementara, Kapolres OKU Selatan AKBP Zulkarnain Harahap, SIK melalui Kasatreskrim Polres OKU Selatan AKP Apromico, SH, SIK, MM membenarkan perihal pemanggilan tersebut.

“Pemanggilan terkait seperti apa tupoksi DPMPD atas pencalonan kades. Hingga saat ini proses masih tetap berjalan dan dalam tahap penyelidikan,” tutup Kasat berpangkat AKP tersebut. Slamat BN – OKUS

Facebook Comments
%d bloggers like this: