Ditlantas Polda Metro Jaya Buat Program Khusus untuk Sopir Angkot, Bajay dan Taksi Terdampak Covid-19

Ditlantas Polda Metro Jaya Buat Program Khusus untuk Sopir Angkot, Bajay dan Taksi Terdampak Covid-19

COVID 19 berdampak pada semua sektor, selain ojol, yang tak kalah penting adalah para supir angkutan perkotaan (angkot). Mereka berdampak pula secara signifikan.

Armada ini berdampak karena rute-rute yang mereka lintasi dikurangi ritmenya. Bahkan banyak yang belum beroperasi. Bagaimana untuk memenuhi kebutuhan hidup dari honor mereka bagi yang tidak mendapat penghasilan tetap?

Ditlantas PMJ berencana membuat program khusus dan memberi intensif untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Pelatihan dan uang Rp. 600 Ribu ke sopir angkot.

Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya akan memberikan bantuan anggaran Rp. 600 ribu kepada para sopir angkutan umum, sopir bajaj dan taksi selama tiga bulan terhitung mulai bulan April, Mei dan Juni tahun 2020.

Pemberian bantuan lantaran mereka yang berdampak kepada perekonomian akibat cmCorona atau Covid-19.

“Berdasarkan catatan kami DKI Jakarta ada sekitar 40 ribu lebih pengemudi angkutan umum baik itu sopir taksi, sopir bis, sopir bajaj dan lain-lain,” kata Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Bluebird Pool Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (15/4).

Mekanismenya mereka akan dilakukan pelatihan. “Selesai latihan, nanti akan mendapatkan bantuan jumlahnya sebesar Rp. 600 ribu per bulan selama tiga bulan. Yaitu bulan April, Mei dan Juni,” lanjut Sambodo.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo menambahkan, pelatihan ini dinamakan Keselamatan Berlalulintas 2020. “Jadi bukan di Jakarta saja. Karena Korlantas akan mendelegasikan pada Ditlantas lain di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Korlantas Polri juga membuat program pelatihan khusus untuk sopir angkutan umum, sopir bajaj dan sopir taksi.

“Dalam pelatihan itu nanti dikaitkan dengan protokol untuk di angkutan umum bagaimana penumpangnya, bagaimaka SOP (standar operasinal prosedur) ketika ada penumpang, dan sebagainya,” jelas Sambodo.

Baca Juga:  Personel Polsek Burau Giat Kurvei dan Perawatan Pohon di Sekitar Mapolsek

Sambodo juga mengungkapkan, para pengemudi harus dapat berbahasa Inggris. Berupa bahasa inggris dasar.

“Paling tidak ketika para sopir ini ada tamu turis asing dan sebagainya. Mereka bisa paham berkomunikasi secara dasar dengan menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.

Ketiga (materi) ini dilaksanakan setiap sekali pelatihan, selesai pelatihan akan diberikan bantian. Teknis untuk bekal mereka menurut Sambodo, para sopir tersebut nantinya akan diberikan ATM untuk mencairkan dana.

“ATM itu bisa digunakan untuk mengambil secara tunai ataupun ditukarkan dengan toko-toko yang sudah bekerja sama sehingga bisa dibelikan sembako dan atau kebutuhan lainnya,” kata Sambodo.

Sambodo menegaskan, untuk lokasi pelatihan akan dilaksanakan di pool masing- masing agar memudahkan bagi pada sopir.

“Sopir angkutan umum, ada sopir bajaj, ada sopir taksi dan (pelatihan) itu dilakukan di pool masing-masing dan dilaksanakan secara online,” harap sambodo.

Sedangkan waktu pelatihan, Sambodo menegaskan, ada sekitar 50 titik dan itu tidak sekali berjalan. “Nah, di 50 titik tidak dalam sekali gelombang. Ada misalnya gelombang 1 dari Jam 08.00 hingga Jam 09.00 WIB, dan gelombang kedua dan seterusnya,” terangnya.

Sebelum mengikuti pelatihan para sopir tersebut mengikuti SOP seperti pemeriksaan suhu tubuh dan membersihkan tangan. Setidaknya mereka sehat jasmani dan rohani.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan, Polri memiliki program pelatihan keselamatan bagi ribuan sopir yang terkena dampak Covid-19.

Berapa biaya untuk pembinaan para pengemudi angkutan umum ini? Program pembinaan dan pelatihan tersebut menelan biaya sebesar Rp. 360 miliar. Jay – Jakarta

Facebook Comments