Diduga Beri Keterangan Palsu, Ahli Waris Kasus Tanah di Jimbaran Kembali Lapor ke Polresta Denpasar

Diduga Beri Keterangan Palsu, Ahli Waris Kasus Tanah di Jimbaran Kembali Lapor ke Polresta Denpasar

 1 total views,  1 views today

KELUARGA korban ahli waris dari almarhum I Bir sekaligus pemilik tanah Pipil No. 24 dt, Persil 114, Klas V seluas sekitar dua hektar lebih di daerah Jimbaran, Bali , dengan Nomor SPPT Nomor 51.03.050.004.024-0004.D atas nama I Bir kembali melaporkan ke pihak kepolisian terkait adanya dugaan pelaku berinisial IMR, IMG dan NKC yang diduga telah memberikan keterangan palsu untuk menguasai hak tanah waris yang dilakukan pada tahun 2014 silam.

Ahli waris bernama I Made Jabrug dan I Wayan Nambrig yang diwakilkan anaknya I Wayan Sudana bersama I Ketut Surna melaporkan para pelaku ke Polresta Denpasar dengan tanda terima surat pengaduan masyarakat Nomor Reg: Dumas/171/ll/2020/Bali/Resta DPS terkait dengan dugaan tindak pidana memberikan keterangan palsu, Denpasar, Senin (17/02).

Dalam laporan nya I Wayan Sudana meminta kepada pihak Kepolisian khususnya Polresta Denpasar untuk meninjau kembali laporan yang pernah diajukan I Made Jabrug pada tahun 2014 silam, dengan Nomor Polisi LP/433/Vlll/2014/SPKT Polda Bali.

“Kedatangan kami kali ini untuk melaporkan kembali dugaan para pelaku memberikan keterangan palsu. Sebelumnya ahli waris atas nama I Made Jabrug pernah melaporkan pada tahun 2014, namun 2015 Pihak Polresta Denpasar mengeluarkan SP3 dengan alasan penyidik belum memenuhi petunjuk seperti tertuang dalam Surat SP3 dengan Nomor B/3873/XI/2015/Polresta DPS,” kata I Wayan.

I Wayan menjelaskan, para pelaku diduga memalsukan silsilah keluarga untuk menguasai tanah yang ditinggal oleh almarhum I BIR dan almarhum tidak memiliki saudara seperti yang disangkakan para pelaku.

“Almarhum I BIR adalah anak tunggal, terlahir di dalam keluarga Binoh (garis keturunan) yang tidak memiliki saudara, maka disebut Pekak Gede, orang tuanya bernama Men Bit dan Nang Bir,” jelasnya.

Sebelumnya para pelaku mengakui bahwa almarhum I Bir anak dari Nang Lekus dan Man Lekus mengklaim atas tanah peninggalan milik keluarga I Lekus.

Baca Juga:  Lagi, tambahan 10 Pasien Positif Covid-19 di Kota Susu, Ada yang Sembuh dan Meninggal Dunia

“Mereka mengklaim melalui pernyataan palsu bahwa tanah atas nama I Bir adalah harta peninggalan Nang Lekus, isi surat pernyataan itu jelas tidak benar, kami memiliki saksi dan bukti silsilah yang ditandatangani oleh dinas pemerintahan terkait yang menyatakan bahwa almarhum I Bir pemilik sah tanah tersebut,” ungkap I Wayan.

Dirinya juga meminta keadilan kepada pihak Kepolisian untuk meninjau kembali laporan dan kasus terkait dugaan memberikan keterangan palsu.

“Kami memohon kepada Bapak Kapolres (Denpasar) dan Bapak Kapolda (Bali) untuk meninjau kembali laporan terkait kasus dugaan memberikan keterangan palsu,” ucap I Wayan. Jay – Bali

Facebook Comments
%d bloggers like this: