Di Tengah Pandemi Covid-19, Mandor dan Pekerja PT. BCK Menjerit Karena Gaji Tak Dibayar

Di Tengah Pandemi Covid-19, Mandor dan Pekerja PT. BCK Menjerit Karena Gaji Tak Dibayar

BEKERJA adalah hal yang penting, karena bekerja dapat memperoleh hasil atau gaji yang bisa digunakan untuk keperluan dan kebutuhan sehari-hari menafkahi keluarga, anak dan istri.

Tapi hal tersebut tidak didirasakan puluhan mandor proyek yang mengerjakan proyek sekolahan SD dan SMK Negeri yang ada di wilayah DKI Jakarta.

Mereka sampai saat ini belum mendapat bayaran dari kontraktor yang mempekerjakan, yakni PT. Bangun Cipta Kontraktor (BCK) selaku kontraktor yang mendapat pekerjaan tersebut dari Suku Dinas Pendidikan. Padahal nilai pekerjaan tersebut miliaran rupiah.

Sampai saat ini mereka belum mendapat bayaran meski sudah coba mendatangi kantor PT. BCK yang di bilangan Mampang dan pusatnya di daerah Gandaria.

“Kami bukan mendapat jawaban, kapan kami akan dibayar, tapi malah diusir dan tidak diperbolehkan masuk ke kantor mereka, mereka seakan sudah koordinasi ke security gedung agar kami tidak diperbolehkan naik ke atas ke kantor BCK,” ucap salah seorang mandor yang begitu kesal karena anak istrinya menjerit jadi korban pihak perusahaan yang belum memberikan pembayaran.

Salah seorang mandor bahkan mengungkapkan, dirinya sampai ribut dengan istrinya di rumah lantaran para pekerja setiap hari datang ke rumahnya, menanyakan kapan mereka gajian dan sang istri merasa malu dengan keluarga di kampungnya, Jawa.

Akibatnya, para mandor sedianya akan melakukan demo ke PT. BCK sebagai aksi unjuk rasa atas apa yang mereka alami.  Apa yang mereka alami (mandor-red) dari pengerjaan proyek sekolahan tersebut sangat memprihatinkan, sehingga besar harapan mereka agar pihak atau instansi terkait termasuk Suku Dinas Pendidikan dan BPK dapat membantu agar kami dapat segera dibayar.

“Apalagi situasi saat ini serba sulit karena adanya pandemi wabah Covid-19, kami tidak bisa kemana mana. Jadi kami mohon agar pihak terkait dapat membantu kami,” ucap salah seorang mandor.

Baca Juga:  Pekerjaan Rehab Total SDN 15 dan 13 Kincir Rawa Badak, Jakarta Utara Tak Sesuai Spesifikasi

Saat dikonfirmasikan media ini ke pihak Proyek Manager PT. BCK melalui Ato selaku penanggungjawab, sayangnya yang bersangkutan tidak dapat dihubungi atau tidak aktif teleponnya.

Sampai berita ini dirilis belum juga ada jawaban dari pihak PT. BCK atas nasib para mandor dan pekerja dalam proyek tersebut. GP – JAKARTA

Facebook Comments