Bantuan Bedah Rumah di Nagori Tanjung Maraja, Simalungun Diduga Sarat KKN

Bantuan Bedah Rumah di Nagori Tanjung Maraja, Simalungun Diduga Sarat KKN

SALAH satu program Pemerintah Pusat untuk mensejahterakan masyarakat miskin adalah program bantuan bedah rumah yang sumber dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tujuannya agar tidak ada lagi warga miskin yang menempati rumah tidak layak huni.

Meski demikan, niat baik pemerintah ini tak selalu berjalan dengan mulus dan sesuai harap. Salah satunya yang terjadi di Nagori (Desa) Tanjung Maraja, Kecamatan Jawamaraja Bahjambi, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Pasalnya di Nagori tersebut ditemukan adanya keluarga yang  notabene mapan, seorang toke padi dan penyalur pupuk bernama Berlan Nainggolan mendapat bantuan bedah rumah. Hal ini diungkapkan Ketua Lembaga Monitoring Hukum  dan Anggaran Indonesia (LMHAI) Siantar Simalungun, Sensus Tambunan kepada BN saat ditemui di Nagorinya, beberapa waktu lalu.

Ia mengaku heran, kenapa warga yang seharusnya layak mendapat bantuan, malah tidak mendapat bantuan bedah rumah, tetapi justru seorang toke padi dan penyalur pupuk. Padahal di sini masih banyak warga miskin yang seharusnya layak untuk dibantu. “Hal ini patut kita duga kalau bantuan bedah rumah di Tanjung Maraja sarat Korupsi,  Kolusi dan  Nepotisme (KKN),” kata Sensus.

Menurutnya, hal ini sangat tidak adil. Disalurkannya bantuan ini kepada warga yang diktahui seorang toke padi dan pupuk ini, menandakan adanya kongkalikong antara panitia verikasi dengan kelompok bedah rumah.

“Bukan itu saja, saya juga menduga kalau pengusaha penyedia matrial bangunan bekerjasama dengan ketua kelompok bedah rumah dalam hal harga satuan matrial bangunan. Inilah yang membuat saya  akan membawa masalah ini ke ranah hokum,” ujar Sensus Tambunan.

Selain itu, menurut informasi yang didapatnya dari warga yang menerima bantuan bedah rumah ini, sama sekali tidak mengetahui harga satuan matrial bangunan yang dibelanjakan. Bahkan warga juga  tidak menerima nota bon barang. Mereka hanya menerima matrial bangunan di rumah saat barang diantar. “Dengan informasi yang saya dapat, kuat dugaan kalau harga matrial bangunan di mark up oleh  pihak yang terlibat dengan kegiatan bantuan bedah rumah,” tegas Sensus.

Sementara, salah seorang warga yang menerima bantuan bedah rumah bermarga Simorangkir yang  ditemui beberapa  waktu lalu di kediamannya mengakui kalau dirinya benar benar tidak memegang nota bon matrial bangunan yang dibelanjakan dan tidak menerima uang kontan, melainkan hanya barang matrial bangunan.

Ditanya siapa yang belanja matrial bangunan, Simorangkir dengan tegas mengatakan, ketua kelompok bedah rumah Demson Simanjuntak bersama Berlan Nainggolan. Dirinya juga tak menampik kalau saat pembelian barang matrial bangunan tidak diajak ke panglong, melainkan hanya menerima barang di rumah saat barang diantar.

Di temui di kediaman Simorangkir, Ketua Kelompok Bedah Rumah, Demson Simanjuntak membenarkan kalau Nagori Tanjung Maraja mendapat bantuan bedah rumah sebanyak 20 unit rumah yang sedang dikerjakan, dan diperkirakan bulan ini selesai pengerjaannya

Bahkan saat ditanyakan kebenaran tentang salah seorang warga yang diketahui toke padi dan penyalur pupuk mendapat bantuan bedah rumah, Demson membenarkan dan tidak menyangkalnya. “Ya, memang benar dia mendapat bantuan bedah rumah tersebut,” jelasnya, seraya mengakui kalau barang matrial yang  diantar panglong ke rumah warga yang menerima bantuan bedah rumah selalu ikut mendampingi.

Meski demikian, Demson masih enggan memberitahu siapa nama panitia yang memverikasi rumah warga untuk mendapat bantuan ini. Ia hanya berdalih kalau dirinya tidak tahu sama sekali siapa namanya. “Yang saya tahu panitia bedah rumah ini adalah seorang wanita suku Jawa,” ungkap Demson, sedikit kesal dengan pertanyaan BN.

Bukan itu saja, ia juga tidak transparan memberitahu nama nama yang hadir dari pihak Dinas PUPR Pemkab Simalungun saat proses lelang harga matrial bangunan berlangsung di kantor Pangulu Kepala  Desa. NELSON – SIMALUNGUN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *