Antisipasi Penyebaran Covid-19, GSVL Putuskan Bangun Pos Penjagaan di Mapanget

Antisipasi Penyebaran Covid-19, GSVL Putuskan Bangun Pos Penjagaan di Mapanget

GUNA mengantisipasi meluasnya penyebaran virus Corona di wilayah kekuasaannya, Walikota Manado DR. Ir. GSV. Lumentut, SH, M.Si, DEA memutuskan membangun empat pos penjagaan di wilayah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Minahasa Utara.

Keputusan tersebut mengacu hasil rapat dengan Kepala Kecamatan Mapanget, Robert Dauhan termasuk sejumlah kajian berdasarkan hasil koordinasi dengan Forkopimda dan dengan instansi terkait lainnya, dipandang perlu membangun pos penjagaan untuk mengawasi pergerakan orang yang keluar masuk Kota Manado.

Kebijakan membangun pos penjagaan di wilayah Kkmecamatan Mapanget yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Minut menurut rencana terdapat di empat titik pintu masuk, bertujuan mengeliminir persebaran Covid-19 di Kota Manado yang setiap harinya terus meningkat.

Empat titik dimaksud antara lain, Jalan Teterusan Kelurahan Lapangan, berbatasan dengan Desa Mapanget, jalan Wiratama Kompleks Kiban Kelurahan Paniki Bawah, berbatasan dengan Desa Paniki baru dan atas, Jalan Mapanget Raya Kelurahan Paniki Dua, berbatasan dengan Desa Mapanget dan jalan raya Koka Kelurahan Mapanget Barat, berbatasan dengan Desa Wusa. Ini hasil rapat dengan Camat,” kata Walikota.

Tak berlama-lama, Camat Mapanget, Robert Dauhan langsung bergerak mensosialisasikan keputusan rapat dengan Walikota ke Polsek Mapanget, Danramil, Puskesmas dan jajaran kelurahan se-kecamatan Mapanget terkait rencana pembangunan pos penjagaan di beberapa ruas jalan yang berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Utara.

“Mohon bapak, ibu Lurah dan para kepala lingkungan menindaklanjuti hasil rapat dengan Pak Walikota ini sekaligus sosialisasi kepada masyarakat terkait pos penjagaan masuk Manado melalui Kecamatan Mapanget sambil kami menunggu surat resmi dari Satgas Covid-19 Kota Manado,” ujar Dauhan.

Sementara itu, terkait kebijakan Walikota Manado yang akan membangun pos penjagaan di sejumlah titik mendapat tanggapan positif dan dukungan masyarakat Kecamatan Mapanget, antara lain datangnya dari seorang lelaki yang bernama Stevy Sondakh, pengusaha Catering yang mengaku tinggal di Kelurahan Paniki Dua.

Baca Juga:  Fasilitasi Bantuan APD, AJP Dapat Apresiasi

Menurut Stevy Sondakh, meskipun langkah tersebut dinilai kadung terlambat di saat pandemi Covid-19 makin mewabah, namun masyarakat yang bermukim di wilayah Kecamatan Mapanget mendukung langkah tersebut, dari pada tidak sama sekali.

“Saya memahami sepenuhnya bahwa kebijakan Walikota Manado merupakan langkah yang sangat tepat dalam melindungi warganya dari serangan virus mematikan itu dan meminta Walikota memberlakukan jam malam dibarengi tindakan tegas terhadap siapa saja yang melanggar aturan pemberlakuan jam malam, siapa pun dia atau aturan lain yang ditetapkan Walikota,” ujar Sondakh

Lanjut Sondakh, jika nantinya pos penjagaan telah tersedia maka operasionalnya perlu melibatkan peran serta masyarakat dan instansi pemerintah lainnya, termasuk penganggarannya berlangsung transparan, baik yang menyangkut biaya pembangunan pos penjagaan maupun biaya operasional setiap harinya harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” kata Sondakh, mengingatkan

Hal menarik lainnya yang juga ikut disorot Stevy Sondakh, yakni seputar penetapan pembangunan pos penjagaan di empat titik dirasa belum mewakili sejumlah pintu masuk, sebut saja, jalan raya Kelurahan Kairagi II arah Bitung yang berbatasan dengan Desa Maumbi, jalan masuk Kelurahan Kimia atas menuju Kelurahan Pandu arah Desa Wori dan Desa Talawaan Atas.

“Ketiga jalan akses masuk Kota Manado tersebut juga harus jadi perhatian Pemkot Manado, sebab sia-sia upaya pemerintah kalau akses jalan masuk Kota Manado lainnya masih dibiarkan terbuka bebas oleh keluar masuknya masyarakat daerah lain khususnya warga Kabupaten Minut,” paparnya. Jola – Sulut

Facebook Comments