Antisipasi Penularan Covid-19, Puskesmas Ampel Boyolali Gelar Rapid Tes 100 Pedagang Pasar

Antisipasi Penularan Covid-19, Puskesmas Ampel Boyolali Gelar Rapid Tes 100 Pedagang Pasar

MENINDAKLANJUTI hasil kasus positif Corona Virus Disease (Covid-19) pada pedagang sayur di Pasar Ampel, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali segera menggelar rapid tes atau tes cepat.

Hal ini dilakukan karena pasien dengan register 072 inisial RM dari Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari melakukan aktifitas hariannya sebagai pedagang sayur di Pasar Ampel.

Sebanyak 100 pedagang Pasar Ampel yang pernah kontak dengan pasien positif, mendatangi Puskesmas Ampel pada Senin (20/07/20) untuk melakukan rapid tes.

Dijelaskan dokter fungsional Puskesmas Ampel, dr. Agung Budi Prasetya, hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk screening awal kepada kotak erat pasien positif. Pihaknya tidak ingin pasar menjadi titik atau sumber penularan Covid-19.

“Karena kita melihat kita khawatir di pasar ini menjadi sumber penularan karena banyak dari kasus di beberapa pasar itu sudah menjadi titik-titik penularan kasus positif. Kita tidak ingin itu terjadi di Pasar Ampel,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina mengungkapkan, agenda rapid tersebut akan terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dilaksakan Senin (20/7/20) untuk 50 pedagang, dan Selasa (21/07/20) esok untuk 50 pedagang pasar lainnya.

“Mulai hari ini sudah dilaksanakan, rencana akan dilaksanakan selama dua hari dan hari ini Senin (20/7/20) hasilnya non reaktif,” terang dr. Lina.

Untuk itu, pihaknya selalu mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan, baik secara personal maupun secara berkelompok.

Secara personal, dr.Lina mengimbau agar masyarakat selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan memakai sabun dan melakukan perilaku hidup bersih. Masyarakat juga diminta untuk menghindari acara yang mengundang banyak orang dan sebisa mungkin menghindari kerumunan. Sam/Kominfo Boyolali

Facebook Comments
Baca Juga:  Isu Dugaan Ijazah Palsu Kades Mantadulu Jadi Sorotan Publik