Acara Malam Bakudapa Sosialisasi Tampung Aspirasi, dr. Roland Roeroe Disambut Tarian Perang

Acara Malam Bakudapa Sosialisasi Tampung Aspirasi, dr. Roland Roeroe Disambut Tarian Perang

 1 total views,  1 views today

ACARA malam bakudapa sosialisasi dan menampung aspirasi terkait keikutsertaannya sebagai bakal calon Walikota Tomohon, kehadiran dr. Roland Roeroe (RR) disambut hampir 1000 warga masyarakat Kelurahan TaraTara Raya, Selasa (10/3/20).

RR adalah salah satu figur yang diminta pengurus tingkat ranting, PAC, DPC, DPD sampai petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Ketua Partai tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sulut, Olly Dondokambey.

RR bersama rombongan tiba di lokasi kegiatan pada pukul 19.00 di Kelurahan TaraTara Satu. Sebelum memasuki bangsal pelaksanaan acara yang dirancang tim panitia kecil di bawah komando Joppy Kereh Cs (Joker) RR beserta rombongan diminta turun dari mobil untuk berjalan kaki dan diarak dengan tarian perang Kawasaran bahkan bersama ratusan masyarakat.

Apakah bapak, ibu, saudara/ri merasakan perbedaan saat Tomohon masih pusat Kecamatan yang masih bagian dari Kabupaten Minahasa membawahi TaraTara dan lainnya yang masih berstatus desa dibandingkan sekarang sudah menjadi Kota?” demikian ucapan Roland Roeroe di tengah masyarakat yang hadir. “Terasa nda bedanya?” tanyanya lagi.

Pastinya berbeda, oleh karena itu RR sangat mengapresiasi para pendiri dan pemimpin pendahulu Kota Tomohon dan berkeinginan Tomohon harus maju. Untuk itu ia berharap nantinya saat ditunjuk partai yang akan mengusung untuk pencalonannya sebagai walikota, tentunya nanti saat akan menyusun program melibatkan masyarakat. Acara terlihat berlangsung makin ramai karena penyelenggara juga menghadirkan pelawak merangkap MC yang cukup dikenal di Kota Tomohon

Memasuki sesi tanya jawab, salah seorang warga bernama Ventje Langi, selaku pemerhati seni dan budaya dengan kegiatan rutinnya sebagai pelatih tari maengket di beberapa sanggar mengajukan pertanyaan kepada RR jika terpilih sebagai Walikota Tomohon.

Baca Juga:  Disinfeksi Serentak di 5 Wilayah Kota Administrasi Jakarta Perangi Penyebaran Covid-19

“Kira-kira apa program pengembangan untuk meningkatkan seni dan budaya yang selama ini terkesan kurang kepedulian dari pemimpin Kota Tomohon saat ini, sehingga hampir mau punah,” ujar Ventje seraya memberikan perbandingan dengan pemimpin Kota Tomohon terdahulu yang justru sempat mengalokasikan anggaran stimulan yang disalurkan ke setiap kelompok seni maengket, musik bambu dan lainnya, bahkan dilakukan kegiatan limbah pada waktu itu .

Munculnya pertanyaan dan masukan dari para penanya tersebut akhirnya dijawab RR dengan lugas dan jelas. “Seperti yang saya sampaikan ke setiap undangan untuk menghadiri sosialisasi selama ini, jika saya dapat kepercayaan untuk memimpin Kota Tomohon, yang akan saya lakukan untuk penyusunan program secara rutin adalah bikin dialog seperti ini, agar masyarakat terlibat langsung,” ujar Roland.

RR sendiri juga memiliki jiwa seni dengan berbagai talenta yang dianugerahi oleh Tuhan, seperti mempunyai bakat tarik suara dan intinya ia akan kembangkan segala kesenian yang ada di Kota Tomohon, karena Tomohon berbasis seni dan budaya kearifan lokal untuk bisa membawahi sampai ke tingkat dunia agar banyak dikunjungi para wisatawan.

“Visi misi saya Tomohon baru, modernisasi, mendunia, berbudaya dan menuju Tomohon hebat,” ujarnya.

Turut mendampingi dr Roland Roeroe bersama rombongan, kakak kandung Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Pdt Like Dondokambey. Acara malam bakudapa bersama Rolan Roeroe diakhiri atraksi tari maengket dari para ibu Jemaat GMIM Gloria TaraTara. BERT – SULUT

Facebook Comments
%d bloggers like this: