99% Karhutla di Sumsel Disebabkan Ulah Manusia

99% Karhutla di Sumsel Disebabkan Ulah Manusia

KABARESKRIM Polri Komjen Pol. Drs. Listiyo Sigit Prabowo M.Si memberikan materi Sosialisasi Penegakan Hukum Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Selasa (10/3/20) di Ballroom 2 Hotel Aryaduta Palembang.

Sosialisasi dibuka Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, H. Herman Deru ditandai dengan pemukulan gong. Materi juga disampaikan Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K, SH, MH, Dirjen Gakkum KLHK RI DR. Rasio Ridho Sani, dan Kasatgas Sumber Daya Alam Lintas Negara Kejagung RI Erna Normawati Putriewidodo.

Kabareskrim menyampaikan, yang menjadi penyebab karhutla ini secara umum ada dua. Pertama adalah penyebab oleh alam, biasanya terjadi di negara-negara subtropis seperti Amerika, Kanada dan negara tetangga kita yang luar biasa, sehingga sampai saat ini kebakaran.

“Kenapa bisa terjadi? Alam karena gesekan saja bisa mengakibatkan kebakaran itu di wilayah hutan subtropis, terus bagaimana Indonesia apakah terjadi karena alam atau karena penyebab yang lain?” ungkapnya.

Ternyata, lanjut Kabareskrim, dari hasil survei untuk Indonesia, 90% kebakarannya akibat manusia, karena di sekitarnya wilayah tropis menyebabkan alam itu kecil terjadinya. Kelembaban, curah hujan dan pada saat terjadi petir biasanya karena situasi sedang hujan kebakaran hutan tersebut tidak terjadi. “Kemungkinan terbesar yang ada di Indonesia kebakaran hutan karena unsur manusia,” kata Kabareskrim.

Rata-rata ini terkait dengan upaya membuka lahan untuk ditanami yang biasa dilakukan perseorangan maupun korporasi. Yang menjadi masalah nasional akan menjadi perhatian internasional terkait masalah yang terjadi di Indonesia. Hal ini bisa membuat Indonesia rugi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kabut asap yang terus-menerus berulang ini tentunya akan meningkatkan persepsi global negatif terhadap Indonesia. Menjadi masalah karena mereka menganggap Indonesia negara yang tidak peduli lingkungan yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara kita,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kegiatan Alat Berat di Simpang 3 Menuju Kelurahan Rurukan tak Berizin, Pemkot Tomohon Terkesan Tutup Mata

Sementara Wakapolda Sumsel dalam materinya menyampaikan, dalam penanganan karhutla lebih baik kita mencegah daripada menanggulangi.

“Wilayah Sumsel terdapat lahan gambut. Tahun 2019 saat terjadi kebakaran cukup sulit bagi kita yang melakukan pemadaman, karena saya terjun langsung merasakan melakukan penanganan bersama Gubernur Sumsel, rekan-rekan TNI, Kepala BPBD Sumsel, relawan dan personel di lapangan. Untuk itu mari kita bersama berkolaborasi dalam pencegahan maupun penanggulangan karhutla. Mari kita bersama-sama melakukan pencegahan sejak dini,” tukasnya.

Wakapolda menambahkan, struktur pencegahan dan penanggulangan karhutla, Polda sebagai Subsatgas Operasi Darat, dan Kasubsatgas Gakkum-nya Dirreskrimsus.

“Berdasarkan analisa kita di tahun 2019, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Provinsi Sumsel 99% disebabkan oleh ulah manusia. Untuk itu mari bersama kita saling mengingatkan dan menyampaikan kepada masyarakat ataupun sekitar kita, ayo bersama-sama kita lakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumsel,” ujar Wakapolda. Sumarni – Sumsel

Facebook Comments