Kasus Wanda Clara di Polresta Kota Depok Tak Jelas Ujungnya

Kasus Wanda Clara di Polresta Kota Depok Tak Jelas Ujungnya

Juliana Nguru Diu, korban penipuan yang kasusnya ditangani Polresta Kota De­pok kini harus meradang dan tak tahu lagi harus mengadu ke mana. Pasalnya kasus yang telah masuk ke Penyidik atas nama Terlapor Wanda Clara dengan Surat Tanda Pene­ri­­ma­an Laporan/Pengaduan No­mor STPLP/631/K/III/2017/PMJ/Resta Depok, Sabtu tanggal 4 Maret 20­17 lalu itu hingga kini mangkrak tak jelas ujungnya.

Kasus peni­puan yang dialami Juliana ke Polresta Kota Depok, saat itu diterima Ka SPKT – Ka­nit 3 SPKT yang ditandatangani Ip­tu Suprihatin perihal dirinya yang telah menjadi korban penipuan yang terjadi pada 23 Maret 2015 lalu di Bank BRI Jl. Mar­gonda Raya, Kelurahan Depok, Ke­cama­tan Pancoran Mas, Kota De­pok, dengan total kerugian sebesar Rp. 671.­000.­000,-.

Adapun modus pelaku untuk pe­ngurusan pajak penjualan rumah. Namun setelah dicek oleh Juliana, semua ternyata fiktif belaka. Bahkan pelaku berani meyakinkan tujuannya meminjam uang itu untuk ­ju­al rumah mewahnya yang di Lip­po Karawaci dengan harga 10 – 20 miliar.

“Untuk meyakinkan saya pelaku bilang pinjaman itu untuk digunakannya da­lam pe­ngurusan pajak penjualan ru­mah ter­­sebut. Dengan alasan ru­mah un­tuk pengurusan rumah me­wah itu memakan biaya yang besar,” kata Juliana.

Lebih kurang 2 tahun berjalan proses penanganan kasus tersebut, namun korban merasa pihak Penyi­dik Polresta Kota Depok tidak serius me­nanga­­ni kasus tersebut. Terkesan ada per­­mainan dalam penanganan perkara tersebut. Berkas kasus yang dilim­pahkan ke JPU bahkan dikembalikan lanta­ran penyidik tidak mau melengkapi berkas.

“Para Penyidik itu se­lalu melakukan kebohongan, kami sudah pernah laporkan ke Propam Polda Metro Jaya. Bahkan pernah saya meng­ha­dap Kasat dan Wakasat, di situ Harun dan Bayu (Kanitkrimum dan Penyidik Pembantu) ngaku kalau dia berikan uang kepada Jaksa (JPU-red.). Ta­pi di Propam dia tak ngaku,”  kata Juliana.

Juliana mencatat, ada em­pat orang pe­nyi­dik yang terlibat dalam kasus upa­ya penyuapan jak­sa. Sementara menurut penga­ku­an Jaksa yang kabarnya kini berdinas di Kejaksa­an Agung tersebut, ada tiga orang penyidik yang mendatanginya dalam upaya suap terha­dap kasus ini. Mereka di antaranya, Brigadir Bayu Aruman, Bripka Rico Irawan dan Bripka Dian Adriady.

Namun demikian, terkuak­nya kasus yang dila­­porkan korban ha­nya menyeret sejumlah nama Pe­nyi­­dik saja terkait dugaan pe­­­­­­­langgaran disiplin oleh Kanitkrimum Polresta Kota Depok Iptu Ha­­run Rosyid dan Penyidik Pembantu Brigadir Bayu Aruman, yang kasusnya dilapor­kan ke Bid Profesi dan Pengama­nan Subbid Paminal Polda Metro Jaya oleh korban melalui Kuasa Hu­­kumnya

Anehnya lagi dalam kasus ini, Wan­da Clara yang telah ditetapkan se­ba­gai tersangka (meski sempat ditahan 20 hari dan diperpanjang lagi-red.) setelah itu di­le­pas kembali. Bahkan oleh penyidik di­an­­­tarkan ke rumahnya dengan status tahanan luar dan wajib lapor. Lebih dari itu keberadaan Terlapor seakan disembunyikan dari Pelapor untuk diketahui keberadaannya.

Sikap tidak transparannya para Penyidik Polresta Kota Depok inilah yang membuat geram Juliana. Dengan status tahanan luar yang disembunyikan keberadaannya oleh Penyidik ini, Juliana semakin yakin kalau kasus penipuan yang dialaminya ini ada upaya untuk dipetieskan dan sengaja penanganannnya dibiarkan mangkrak berlarut-larut tanpa kepastian hukum yang jelas.

Ia juga menduga, ada indikasi para Penyidik sudah terima se­sua­tu dari tersangka, karena selain berani memalsukan tanda ta­ngannya yang dilihatnya beda jauh dalam berkas BAP yang ada di Jaksa, juga menyembunyikan keberadaan pelaku dalam status tahanan luar.

“Saya ingin pejabat ting­gi Polri tahu bahwa cara kerja penyi­dik kepolisian, dalam hal ini di Pol­resta Kota Depok seperti ini. Seperti makelar kasus atau mafia hukum yang bersindikat. Mereka ­bu­­at kasus saya ini jadi tidak jelas ujungnya,” ungkap Juli­ana. ED – DEPOK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *