Polsek Pondok Gede Serahkan Satu Unit Motor Secara Gratis

Polsek Pondok Gede Serahkan Satu Unit Motor Secara Gratis

POLSEK Pondok Gede melalui Unit Reskrim Polsek Pondok Gede, Rabu (16/01/19) menyerahkan satu unit kendaraan roda dua gratis tanpa dipungut biaya kepada pemilik sah yang menjadi korban dalam kasus tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor miliknya yang digelapkan pelaku berinisial S, baru-baru ini. Dalam kasus pidana penggelapan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372 KHUP, pelaku terancam pidana hukuman sekurangnya 4 tahun penjara.

Kasus penggelapan ini sendiri berawal saat korban dan tersangka bermain di warnet Portisyah yang terletak di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, pada Jumat (11/01/19) sekira pukul 09:00 Wib. Pelaku berinisial S saat itu meminjam kendaraan motor milik korban dengan dalih untuk mengantar orangtuanya berobat. Berbekal kata-kata tersebut, akhirnya korban percaya dan menyerahkan motornya kepada pelaku.

Namun, setelah sekian lama menunggu sepeda motornya, pelaku tetap tidak kembali dan tak kunjung datang.  Hal ini membuat korban gusar dan gelisah. Akhirnya ia pun langsung melaporkan kejadian ini kepada orangtuanya. Setelah seharian menunggu, ternyata motor tersebut benar tidak dikembalikan.

Tanpa menunggu lama, keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/49/PG-K/I/2019 Restro Bks Kota, tanggal 12 Januari 2019, Unit Reskrim Polsek Pondok Gede kemudian mendatangi lokasi, dengan tempat kejadian perkara Warnet) Portisyah yang terletak di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati.

Kapolsek Pondok Gede Kompol Suwari, SH memerintahkan langsung kepada Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede AKP Supriyanto, SH bergerak cepat untuk mengungkap kasus ini. Berbekal ciri-ciri pelaku yang sangat minim, Kanit Reskrim dan anggotanya terus menggali data tentang pelaku.

Kerja keras polisi akhirnya berbuah hasil. Dengan memancing pelaku menggunakan medsos secara online pada Sabtu (12/01/19) sekira Jam 01:00, pelaku berhasil ditangkap dan digiring ke Mapolsek Pondok Gede untuk dimintai keterangan, sekaligus melakukan pencarian barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Honda Beat warna putih milik korban.

Dalam pengembangan perkara, petugas Reskrim mendapat keterangan, pelaku telah menjual motor tersebut kepada seseorang bernama Denny di daerah Pasar Induk, Kramatjati. Langsung saja polisi mencari nama tersebut. Namun sayang, setelah mendapatkan Denny, petugas Polsek Pondok Gede tidak mendapatkan kendaraan tersebut. Pengakuan Denny, dirinya tidak pernah membeli sepeda motor tersebut dari pelaku. Hanya melihat pelaku membawa motor tersebut kepadanya.

Jajaran Unit Reskrim Polsek Pondok Gede tak patah semangat dalam menuntaskan perkara tersebut, dan terus mengembangkan kasus ini lebih jauh. Akhirnya, usaha keras tersebut membuahkan hasil, polisi menyebar anggota hingga ke Kampung Rambutan, sesuai pengakuan pelaku yang menjual sepeda motor itu di daerah tersebut. Berdasarkan ciri-ciri pembeli, pencarian terus dilakukan di Terminal Kampung Rambutan. Dalam hal ini Unit Reskrim berkoordinasi dengan koordinator pool terminal tersebut guna mempercepat proses penggelapan motor tersebut, hingga akhirnya sepeda motor milik korban dapat ditemukan di daerah Indramayu.

Rabu (16/01/19) sekira Jam 15:00 Wib, Kompol Suwari SH melalui Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede AKP Supriyanto, SH didampingi Penyidik Aiptu Gatot Hartantyo dan anggota akhirnya menyerahkan satu unit sepeda motor kepada korban dengan menunjukkan buku kepemilikan sepeda motor tersebut di halaman Mapolsek Pondok Gede.

Orangtua korban dalam penyerahan kendaraan tesebut terlihat bangga, bersyukur mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek beserta jajarannya yang berhasil mengungkap dan mengembalikan kendaraan motor milik korban dengan utuh tanpa dipungut biaya satu rupiah pun. “Saya bangga dengan Kapolsek dan jajarannya yang menekankan instansinya sebagai WBK (Wilayah Bebas Korupsi),” ungkap orang tua korban.

Sementara S menurut pengakuannya kepada petugas, tidak memiliki keluarga dan tempat tinggal. Dalam proses penyidikan pelaku didampingi oleh KPAD Kota Bekasi dan pengecara anak pasalnya pelakui masih berusia remaja. Selanjutnya, pelaku diserahkan ke Balai Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra yang beralamat di Cileungsi, Bogor.  ED – BEKASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *