Diansyah Putra : Tidak Ada Kesyirikan Diacara Whorksop Penguatan Lembaga Adat Palu Nomoni

Diansyah Putra : Tidak Ada Kesyirikan Diacara Whorksop Penguatan Lembaga Adat Palu Nomoni

Palu – Acara yang dihadiri para pejabat negara, para Raja Raja Nusantara, Ketua lembaga Adat, Para Pangeran dan pemangku adat.

Acara pertemuan rutin tersebut tidak ada berbau syirik, seperti acara melarung sesajen, acara , persembahan buat dewa laut, acara LGBT dan sebagainya, di medsos bersilweran fitnahan yang bertubi tubi, laksana sudah jatuh tertimpah tangga pula, sudah kena musibah, kehilangan nyawa, kehilangan sanak saudara, harta dan sebagainya setelah itu di Fitnah dengan berbagai cacian pula.

Dalam acara dan kegiatan tersebut ketua umum lembaga Adat tatar Sunda Diansyah Putra ( Abah Gumay ) yang juga merupakan Politisi Partai Bulan Bintang yang menjadi tamu kehormatan menyampaikan bahwa acara tersebut adalah acara keilmuan yang diselenggarakan Dirjen Kebudayaan, acara acara nya pun tidak ada yang menyimpang bisa dilihat di round down susunan acara yg berlangsung.

” saya saksi hidup dari bencana Tsunami, Gempa dan Bergesernya tanah di Kota Palu, saya nginep di Swiss bell Hotel dibibir Pantai, saya tinggal di lantai 210 Kamar Hotel ketika terjadi gempa dan Tsunami, saya melihat dan merasakan bagaimana penderitaan masyarakat yg menjadi korban dipengungsian selama 3 hari 3 malam tanpa bantuan dari manapun, tanpa dapur umum, tanpa makanan minuman, jadi jangan sembarangan bicara menuduh sembarangan tentang undangan dan pelaksanaan Palu Nomoni “ujarnya

Untuk pembukaan sambutan acara dari kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kota palu Ansyar Sutiadi, D.IP, M, Si dilanjut dari kepala direktur jendral kebudayaan Hilmar Farid, S.SPh.D
Materi acara antara lain langkah pemajuan kebudayaan sebagai upaya penguatan karakter kebinekaan bangsa disampaikan langsung oleh mentri pendidikan dan kebudayaan Prof. Dr. Mudakir Effendy, MAP, pembangunan kemitraan dan pelibatan lembaga adat dalam penyusunan kebijakan oleh pemerintah daerah oleh mentri dalam negri Tjahjo Kumolo, S.H, Dalam Uraian Acara Tersebut di bagi Beberapa Sesi Untuk Sesi Pertama Yaitu Legimintasi Keberadaan Lembaga Adat dalam Kehidupan Berbangsa yang Berbineka Isi Acara nya Revitalisasi Lembaga Adat Dalam Upaya Menjaga ketertiban dan persatuan bangsa, Arah Tujuan Pancasila Sebagai Basis Ideologi dan Praktik dalam kehidupan berbangsa, Dinamika Penataan Keberagaman dalam Penguatan Dalam Negara Kesatuan RI, Untuk Sesi Kedua yaitu Strategi Pelibatan Dan Penguatan Keberadaan Lembaga Adat dengan isi Acara, Optimalisasi peran dan fungsi lembaga adat dalam peraturan perundang undangan di Indonesia, Implementasi Pelibatan Lembaga Adat Dalam Menjaga Nilai Dan Norma Adat Kaili di kota Palu, Peran Dan Strategi Pelibatan Lembaga Adat Dalam Upaya Derakdikalisasi dan Pencegahan Terorisme, Strategi Penguatan Norma Adat dan Lembaga Adat dalam Bingkai Norma Positif,
Acara Di lanjut ke Sidang Komisi, Komisi 1 Rekognisi materi acara yaitu Pengakuan atas hak-hak sipil-politik maupun hak-hak Ekonomi, Sosial dan budaya (ekosob) masyarakat adat dan lembaga adat, Bentuk Penghormatan Negara Terhadap Keberadaan Kelompok-kelompok Adat di masyarakat, Penghargaan dan Toleransi terhadap keberadaan kelompok-kelompok masyarakat, Komisi 2 Yaitu Representasi dan Redistribusi materi acara Model Keterwakilan Kelompok Adat Dalam Pengambilan Kebijakan Di Masyarakat, Kebijakan Penguatan Lembaga Adat, Peningkatan Kapasitas Lembaga Adat Untuk Berpartisipasi Dalam Penyusunan Kebijakan, Pemberian Akses Terhadap Penguasaan dan Pengelolaan Sumber Daya, Pembangunan Kemitraan dan Pelibatan Lembaga Adat dalam Penyusunan Kebijakan Oleh Pemerintah Daerah.
Hari kedua Penyuluhan dan promosi budaya di 8 kecamatan, hari ke tiga acara penutupan dan Festival Produk budaya.

Namun acara tersebut tidak jadi terlaksana keburu kena bencana alam dan musibah

“Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari musibah ini, bila tidak mau ikut membantu minimal bersimpati dengan tidak menyebarkan Hoax dan memancing di Air keruh dan menghujat pihak pihak tertentu, apalagi dipolitisir dengan kepentingan kelompok tertentu” Pungkas Diansyah mengakhiri wawancara dengan berbagai media.

Umar/Ajat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *