Situs Porno Mudah Diakses, Kemenkominfo Mengaku Kesulitan Tutup Website Esek-esek

Situs Porno Mudah Diakses, Kemenkominfo Mengaku Kesulitan Tutup Website Esek-esek

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mengaku kesulitan menutup akses internet di dalam negeri ke situs porno. Alat pencari situs porno terbaru (crawling) bernama drone9 yang diandalkan pemerintah pun seakan tak cukup sakti untuk memblokir seluruh situs esek-esek yang beredar di dunia maya.

Situs yang menampilkan film vulgar, tak hanya bertentangan dengan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, tetapi juga aturan aturan lain yang mengatur tentang pornografi dan pornografi. Salah satunya diatur dalam Bab – XIV KUHP diatur tentang Kejahatan terhadap Kesusilaan, meskipun di dalamnya tidak diatur mengenai definisi kesusilaan. Salah satunya diatur dalam Bab – XIV KUHP diatur tentang Kejahatan terhadap Kesusilaan, meski di dalamnya tidak diatur mengenai definisi kesusilaan.

Selain itu tertuang dalam Pasal 4 ayat (1) UU 44 tahun 2008 yang mengatur larangan perbuatan memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat tentang persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang; kekerasan seksual; masturbasi atau onani; ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; alat kelamin; atau pornografi anak.

Menyebar dan merajalelanya situs porno tersebut, tentu saja bukan hanya bisa diakses melalui komputer/laptop, tetapi bisa dengan mudah dibuka melalui handphone. Hal ini tentu saja membuat masyarakat merasa resah dan geram. Karena dikhawatirkan membawa dampak lingkungan yang tidak baik dan membuat akhlak anak mereka rusak.

Sementara itu Kemenkominfo mengaku pihaknya bakal memblokir gambar-gambar atau konten berbau pornografi yang muncul pada mesin pencarian seperti Google, Yahoo dan sebagainya. Dalam melakukan pemblokiran ini Kominfo bakal menggandeng penyedia jasa serta layanan internet di Indonesia.

Dirjen Aptika Kominfo Semuel Pengerapan mengatakan, selama ini pengguna masih bisa menemukan gambar-gambar pornografi lewat bantuan mesin pencari, meskipun URL atau tautan tempat gambar porno tersebut telah diblokir. Hal ini dikarenakan mesin pencari memiliki fitur thumbnail yang memunculkan gambar sesuai dengan kata kunci yang digunakan. Gambar tersebut diambil dari situs yang relevan dengan kata kunci yang dimasukkan.

“Kalau kita cari pakai search engine, kemudian kita kasih kata kunci tertentu, di bagian kolom all yang ada linknya memang sudah ga bisa diklik semua. Tapi begitu kita pindah ke image, masih ada pornonya,” ungkap Semuel di kantor Kominfo, beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, gambar-gambar yang terjaring nantinya tetap akan dicek terlebih dahulu. Karena ada kekhawatiran terjadinya kesalahan dalam pemblokiran. Oleh karena itu akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu pada kesemua thumbnail gambar yang muncul untuk kemudian diputuskan akan diblok atau tidak. Sampai saat ini, Samuel mengatakan sudah ada sekitar 30 sampai 50 ribu thumbnail gambar sampai akhir April lalu yang menunggu untuk diverifikasi. ED

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *