Kiprah Lembaga Adat Tatar Sunda di Bawah Komando Ahli IT Polri

Kiprah Lembaga Adat Tatar Sunda di Bawah Komando Ahli IT Polri

MUDA, enerjik, dan memiliki rasa solidaritas tinggi. Demikian sosok seorang Diansyah Putra Gumay, SE,S.Kom di mata rekan-rekannya. Di usianya yang terbilang muda, pengusaha yang bergerak di bidang IT (Informasi Teknologi) ini memiliki segudang ide dan prestasi. Namun demikian, wong kito kelahiran asli Palembang ini lebih ketimbang jika dirinya disebut sebagai dosen.

Anak tunggal dari pasangan Jasadin dan Muryati ini, memulai karirnya sebagai Marketing CC Citibank pada 2000 – 2001 dan SR SPV DSP Bank Danamon (2001 – 2002). Namun siapa sangka, selama peranta uannya ke Jakarta, Gumay, demikian sapaan akrabnya, menemukan jati dirinya dan berani untuk berwirausaha untuk mengadu nasib dengan “kejamnya ibukota”.

Dengan bendera “Centerpoint Group” yang didirikannya sejak 2008 hingga sekarang, Gumay merambah berbagai bidang kerja yang selama ini belum pernah dijamahnya. Salah satunya dengan mendirikan Centerpoint Media Group dimana dirinya menjadi CEO di dalamnya. Kemudian pada 2008 – 2013 ia juga mendirikan LPCT (Lembaga Pendidikan Centerpoint Technologi) dan menjabat sebagai direktur.

Tak heran, dengan keahliannya itu, ia banyak mendapat kepercayaan. Salah satunya dari PT. Mandala Jaya Hutama dengan jabatan Dir. Ops. Belakangan ia juga dipercaya mengajar sebagai Dosen Forensik IT Digital di lembaga kepolisian (Pol ri), khususnya di lingkungan Polda Metro Jaya dan kerap menjadi pembicara dalam Seminar dan Pelatihan IT (Diklat), Jurnalistik dan Konsultan Media di kepolisian.

Era kemerdekaan pers dan keterbukaan publik nampaknya tidak disia siakan anggota Forum Wartawan Polri (Forwapi) ini. Sebagai pendiri Centerpoint Media Group, ia pun mulai berani mendirikan beberapa media guna kepentingan publik. Sebut saja Kompol, Depok Niaga, Tatar Sunda dan Jurnal Pemilu yang didirikannya bersama sohib dekatnya Edy Usman (Wartawan BNN/Mabes Polri). Hingga, media-media yang dikelolanya itu sampai saat ini eksis, terutama media-media online yang jumlahnya hampir puluhan website.

Dalam keorganisasian, baginya hal ini bukanlah sesuatu hal yang asing. Tercatat, Gumay memiliki peran dalam pendirian di banyak lembaga dan organisasi kemasyarakatan, baik lokal dan nasional. Sebut saja Komunitas Masyarakat Cinta Polri (Komascipol) dimana ia menjabat sebagai Ketua Umum. Di ARTVISI (Assosiasi Radio Televisi Islam Indonesia), ia menjabat Kabid IT. Sementara di Lembaga Budaya Tatar Sunda yang didirikannya pada tahun 2015 hingga sekarang, Gumay membuka jalur kemitraan dengan berbagai unsur kelembagaan yang ada. Terakhir, bersama rekannya di di Centerpoint Group, Edy Usman, mendirikan Forum Komunikasi Masyarakat Media dan Polri (FKM2-Polri), sebuah wadah yang menaungi berbagai ormas, media dan para insan Bhayangkara (Polri).

Dalam bidang perekonomian, krisis moneter yang melanda Indonesia mungkin salah satu yang jadi inspirasi Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Manajemen Indonesia ini untuk bergerak di bidang perkoperasian. Dengan label “Centerpoint Community Indonesia”, ia membuka jaringan, mengibarkan dan mensosialisasikan koperasi tanpa riba sebagai peluang bisnis bagi masyarakat di tahun 2017.

Usaha yang digelutinya ini terbilang sukses. Pasalnya tak hanya masyarakat umum yang mendaftar menjadi anggota, para pejabat sampai artis pun ikut di dalamnya. Bahkan program ini juga sempat diajukannya ke Bupati Bogor dalam silaturahmi Dpp Lembaga Tatar Sunda ke Bupati Bogor Hj. Nurhayanti, SH, MM, M.Si baru-baru ini.

Dalam pertemuan tersebut, Gumay selaku Ketua Umum Lembaga Tatar Sunda didampingi Pembina Ely Jatnika, Waketum Ucha Supriatna, Sekjen E. Umseki Mukti, Wakil Sekjen Nasor Zainal mendapat sambutan baik dari Bupati Nurhayanti, terutama program ‘andalan’ Lembaga Tatar Sunda dengan koperasi tanpa bunga, juga program pelestarian seni budaya, pembinaan perguruan pencak silat serta media cetak/online di Kabupaten Bogor dan sebagainya.

Dalam kesempatan itu Nurhayanti berharap Lembaga Tatar Sunda bisa bersinergi dengan program pemerintah, di antaranya pada segi ekonomi kerakyatan dimana dalam program koperasi yang dipaparkan Lembaga Tatar Sunda, dirinya selaku bupati siap membantu dan mengembangkan.

Gandeng Sejumlah Lembaga
Tak hanya itu, Lembaga Adat Tatar Sunda yang dikomandoi sosok yang kini akrab disapa Abah Gumay ini juga menggandeng Yayasan Kampoeng Soenda Siliwangi Cibodas-Jonggol yang diketuai Tenor Amin Sutanto dengan mengadakan kunjungan ke Calon Bupati Bogor yang juga Wakil Ketua DPRD, Ade Munawaroh Yasin (AMY) di Sekretariat RY Center, membahas seputar seni budaya, kearian lokal dan potensi Kota Bogor.

Ade menyambut baik kedatangan kedua lembaga seni budaya Jawa Barat ini dan mengakui bahwa seni budaya di Bogor saat ini sudah merosot sehingga perlu diperbaiki. “Zaman saya kecil, kalau ketemu orangtua adab prilakunya jauh berbeda dengan sekarang. Sopan santun dan tata krama merosot jauh. Semua perlu perbaikan,” ujarnya

AMY berjanji, jika dirinya terpilih dan diberi kepercayaan masyarakat Bogor akan menggandeng masyarakat Bogor dan melestarikan seni budaya. “Untuk hal ini tidak bisa dikerjakan sendiri, tapi semua lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Lembaga Adat Tatar Sunda, Gumay mengungkapkan bahwa para seniman dan budayawan merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Di saat siang hari mereka berkutat memikirkan mencari nafkah dan mengais rejeki, namun sore dan malamnya mereka masih mencurahkan pikiran dan keahliannya untuk melestarikan adat istiadat budaya nenek moyang melalui seni budaya berupa pencak silat, gendang pencak, kecapi suling dan lain lain. “Mereka yang ada di pelosok dan pegunungan ini butuh perhatian dari pemerintah,” ujarnya.

Sebagai organisasi pelestari budaya, Yayasan Kampung Sunda Siliwangi dan Lembaga Tatar Sunda juga menggandeng Lembaga Aliansi Indonesia – Badan Penelitian Asset Negara (LAI BPAN). Dalam silaturahminya ke Sekretariat Pusat LAI BPAN yang terletak di Pinang Ranti, Pondok Gede, mereka disambut hangat para petinggi ormas tersebut.

Pada kesempatan itu, Ketua Harian Sugono didampingi Waketum H. M. Gunther Gempar Alam, SE, MA dan Staf Sekretariat Roro menjelaskan panjang lebar mengenai lai, mulai dari visi – misi jangka pendek, menengah dan panjang. Kehadiran Lai, kata Sugono, merupakan penyeimbang dan pengawasan terhadap aparatur negara khususnya bidang aset negara. Sedangkan visi misi LAI sendiri tak jauh beda dengan Lembaga Tatar Sunda dan Kampung Sunda Siliwangi.

Sinergi antar organisasi juga di lakukan Lembaga Adat Tatar Sunda dengan melakukan kunjungan silaturahmi ke Ketua Umum Organisasi Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro, SE, MM di kediamannya di Jakarta Timur.

Kanjeng Norman yang dikenal sebagai orang dekat Presiden Jokowi sangat antusias menyambut kedatangan para pengurus Lembaga Tatar Sunda, bahkan mengapresiasi secara simbolis dengan memberikan hadiah kaos dan souvenir kepada Ketua Umum Diansyah Putra Gumay dkk.

Rasa antusias Kanjeng Norman terhadap program-program Lembaga Tatar Sunda juga diiringi dengan harapan agar bisa dikombinasikan dengan program Pernusa untuk dikembangkan bersama di wilayah Jawa Barat. Salah satu rencana program bersama tersebut menurut pentolan Tatar Sunda, Diansyah Gumay, dalam waktu dekat kedua lembaga sepakat akan mengadakan festival dan mengangkat peradaban Sunda Masa Lampau dalam bentuk Festival Seni Budaya.

Sebelumnya, Lembaga Adat Tatar Sunda juga mengunjungi DPP Parfi (Persatuan Artis Film Indonesia) di Sekretariat Pusat Perfilman H. Usmar Ismail Sofyan, Kuningan, Jakarta Selatan, markas para artis, pegiat seni budaya dan pahlawan layar kaca. Kedatangan mereka disambut para petinggi Parfi seperti Ismail, M. H. Thamrin Lubis dan Dwi Yan

Lembaga Tatar Sunda berharap ada sinergi dan kerjasama lanjutan dengan Parfi dalam bidang organisasi. Terlebih mayoritas anggota Tatar Sunda, baik seniman maupun pesilat memiliki potensi untuk disalurkan sebagai aktor dan aktris film, karena sudah memiliki dasar untuk dikembangan, seperti pelatihan akting, membuat seminar khusus dan lainnya, atau saat Lembaga Tatar Sunda ada kegiatan bisa saling bersinergi, sesuai program “Acting Goes to School” PARFI, dalam rangka pengembangan, dan sosialisasi kedua Lembaga. ED/GM – JAKARTA

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *