Tragis… Saat Cari Ikan Bocah SMP Tenggelam di Sungai Cibeureum

Tragis… Saat Cari Ikan Bocah SMP Tenggelam di Sungai Cibeureum

Sesaat setelah menerima laporan dari warga, polisi dari Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek Kedungreja) mendatangi lokasi kejadian korban tenggelam di Sungai Cibeurem Desa Desa Kaliwungu Kecamatan Kedungreja. Kapolsek bersama sejumlah anggota dan tim medis dari Puskesmas Kedungreja, langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa para saksi. Hal itu dilakukan untuk mengetahui penyebab kejadian maupun adanya unsur pidana, terkait peristiwa yang terjadi pada Selasa (1/8/2017) siang. Dalam kejadian itu, satu korban meninggal dunia yaitu bernama Hafid (13).

Kapolres Cilacap AKBP Yudho Hermanto SIK melalui Kapolsek Kedungreja AKP Tri Suryo Irianto menjelaskan, kejadian berawal ketika lima bocah berusia belasan tahun itu akan pergi mencari ikan. Mereka diantaranya, Hafid Baehaqi (13) dan Sayid Ngaenudin (12) keduanya warga Dusun Kalireja Desa Kaliwungu, kemudian Lusiman (13) dan Rizal Hanafi (13) warga RT 03 Rw 02 Dusun Kaliadem  Desa Kaliwungu, kemudian Joko (13) warga RT 04 RW 06 Dusun Bojong Desa Kaliwungu. Sekitar pukul 13.00 WIB, kakak beradik Hafid dan Sayid berpamitan kepada ibunya, Khotijah untuk pergi bermain. 

“Mereka menuju ke Sungai Apur di Desa Cisumur Kecamatan Gandrungmangu sekitar pukul 13.00 WIB,” jelasnya. 

Dikatakan Kapolsek, dalam perjalanan itu mereka sampai di Sungai Cibeureum yang berada di Dusun Wungusari RT 01 RW 04 Desa Kaliwungu Kecamatan Kedungreja. Empat bocah itu berhasil sampai dengan selamat ke seberang sungai. Sayangnya, Hafid tenggelam terbawa arus sungai.

“Mengetahui Hafid tenggelam, keempat bocah yang berhasil menyebrang berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar langsung berusaha menolong korban yang sudah terbawa arus sekitar 10 meter dari lokasi tenggelam,” kata Kapolsek.

Warga kemudian mengevakuasi Hafid ke daratan. Mereka mencoba mengeluarkan air pada tubuh Hafid dengan cara mengangkat kedua kaki dengan posisi tubuh terbalik. Hal itu dilakukan untuk mengeluarkan air pada tubuh korban. Namun, putra pasangan Ahmad dan Khotijah itu tak bisa diselamatkan. Warga selanjutnya melapor ke Mapolsek Kedungreja.

“Kami langsung menuju rumah korban dan lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP,” ujarnya.

Bersama dengan tim medis dari Puskesmas Kedungreja, anggota Mapolsek Kedungreja ikut melakukan pemeriksaan pada tubuh korban.  Dari hasil olah TKP dan pemerikaan para saksi, tidak ditemukan adanya tanda tanda penganiyaan maupun kekerasan pada tubuh korban. Selanjutnya, petugas membuat berita acara penolakan autopsi korban untuk keluarga korban. Jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk dilakukan pemkaman sebagaimana mestinya

“Lebar Sungai sekitar 30 meter, sementara kedalaman kurang lebih 5 meter. Diduga kuat, korban tidak kuat berenang sehingga tenggelam,” ungkapnya.

(Humas Polres Cilacap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *